Lahan Penggemukan Sapi Di Kaji Tim Pemprov

SURABAYA - Pemprov Jatim membentuk tim khusus untuk mengkaji lokasi yang akan disiapkan menjadi tempat penggemukan sapi sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan melalui stok aman daging dan membantu kepentingan nasional untuk swasembada pangan.
"Tim pengkaji  terdiri dari unsur perwakilan Pemprov  Jatim dan TNI Angkatan Laut (AL)  yang akan mulai bekerja pada Senin, (29/2) ini, untuk memastikan lahan-lahan yang akan digunakan penggemukan sapi,  khususnya lahan milik militer, " ujar Asisten Administrasi dan Umum Sekdaprov Jatim, Mudjib Affan saat dikonfirmasi Minggu (28/2).

Untuk sementara terdapat dua lahan milik TNI AL yang akan digunakan untuk peternakan, yaitu di Karangtekok Situbondo dan di Grati Pasuruan, namun tidak menutup kemungkinan sejumlah lahan lain milik TNI juga akan masuk dalam pengkajian tim. Alasannya,
lahan di Karangtekok awalnya sudah hampir dipastikan, tapi ternyata masih terkendala luasan lahan karena sesuai standarisasi minimal membutuhkan sekitar 1.000 hektare.
"Di Karangtekok sangat layak, tapi luasnya terbatas. Sebaliknya di Grati luasnya melebihi, tapi lahannya terpencar-pencar, sumber air dirasa kurang dan masih ada pemukiman warga," jelas mantan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Pemprov Jatim tersebut.
Hasil dari kajian tim, lanjut Mudjib, nantinya akan dilaporkan kepada Gubernur Jatim Soekarwo dan Mabes TNI AL untuk diteruskan ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dan pihak terkait lainnya. "Tim bekerja selama sebulan. Kalau sudah ada kepastian maka segera dilaporkan," kata pejabat eselon II yang juga pernah menjadi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jatim tersebut.
Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo berharap dengan tersedianya lahan untuk peternakan dan penggemukan sapi maka kekurangan stok sapi nasional nantinya bisa dicukupi dari Jatim.
"Kalau semua sudah disetujui maka akan menjadi tempat yang tepat untuk peternakan sapi. Efek baiknya tidak hanya di Jatim, tapi juga nasional," dalih Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo.
Di jelaskan Pakde Karwo, populasi ternak sapi potong di Jatim saat ini masih mencapai 4,071 juta ekor, atau setara dengan 27,69 persen populasi sapi secara nasional yang mencapai 14,703 juta ekor. Sedangkan
produksi daging sapi Jatim mencapai 119.463 ton pertahun atau setara 22,12 persen stok daging secara nasional yang mencapai  539.965 ton pertahun.
"Untuk sapi perah di Jatim saat ini memiliki populasi 238 ribu ekor atau mencapai 49 persen dari total populasi sapi perah nasional sebanyak 483 ribu ekor dan menguasai 53 persen produksi susu secara nasional," pungkas mantan Sekdaprov Jatim ini.  (ud)
Share on Google Plus

About Nadi Usea