Pengusaha Sambut Positif Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Bandung- Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Barat Agung Suryamal Sutisno mengaku para pengusaha menyambut sangat positif adanya kereta cepat Jakarta Bandung ini.
Sebab Jawa Barat dan Jakarta merupakan dua provinsi besar yang menjadi sentra industri dan ekonomi Indonesia. “Rencana ini sangat menarik dan didukung bagi dunia usaha,” kata Agung pada acara sosialiasi kereta cepat yang diadakan Kementerian BUMN di Hotel Grand Royal Panghegar, Kota Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Selama ini menurutnya banyak keluhan pengusaha terhadap jalur logistik dan distribusi yang kacau. Pasalnya jalur Jakarta ke Bandung sudah sangat padat. Terutama saat masa liburan.
Oleh karenanya, dengan kereta cepat diharapkan mayarakat dapat beralih pada transportasi massal yang dapat mengurangi volume kendaraan di tol. Dengan begitu masalah utama transportasi dapat teratasi.
Jawa Barat juga dinilainya sangat berpotensi menjadi kawasan industri nasional. Oleh karenanya harus ditunjang dengan infrastruktur yang memadai.
Dengan akselerasi pembangunan, ujar dia, perkembangan industri di Jawa Barat akan meningkat tajam. Apalagi seusai rencana, kereta cepat ini akan melalui titik-titik di Jawa Barat yang dapat menjadi sentra bisnis. Seperti Karawang, Kota baru Walini, dan khususnya Bandung.
Bandung memiliki potensi besar bagi bisnis pariwisata dan perhotelan. Perlu solusi untuk mengurai kemacetan yang menjadi masalah utama saat ini.
“Bandung dulu dikenal Paris Van Java. Tapi sekarang jadi Paris van Hotel karena banyak hotel. Tiap tahun tamu selalu bertambah. Karenanya kepadatang Bandung harus bisa diurai. Ini yang sangat diharapkan pengusaha,” ungkapnya.
Dalam acara tersebut hadir langsung Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan beserta wakilnya Dedy Mizwar, dan Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC), Hanggoro Budi Wiryawan.
Terpisah Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC), Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan pihaknya terus mempersiapkan dengan matang mega proyek kereta cepat Jakarta – Bandung.
Termasuk memetakan permasalahan yang harus dipersiapkan solusinya. “Kita sudah memitigasi, kami sudah kerja sama dengan ITB, LIPI dan BMKG untuk maping permasalahan, itu sudah ada kami pesaiapkan,” kata Hanggoro.
Ia mengaku pihaknya terus bekerja siang malam untuk mempersiapkan tahapan-tahapan pembangunan kereta cepat. Termasuk memperbaiki izin amdal yang sudah keluar.
Ia menyebutkan sambutan dan dukungan atas kereta cepat ini sangat luar biasa. Banyak masyarakat di wilayah-wilayah yang akan dilalui kereta cepat menanti-nanti.
“Jadi malah mereka bertanya yang penting kami butuh lapangan kerja dan itu yang diminta masyarakat,” ujarnya.
Selain itu pihaknya juga sudah membuat konsep pengembangan kota baru Walini. Diharapkan Walini akan menjadi pusat perlembangan bisnis yang dapat menopang hajat hidup masyarakatnya. (rul/rat)
Share on Google Plus

About Nadi Usea