Madrid Singkirkan Roma


MADRID - Gol-gol dari Cristiano Ronaldo dan James Rodriguez membawa Real Madrid menang 2-0 atas AS Roma di Santiago Bernabeu, Rabu (9/3) dinihari WIB. Kemenangan ini mengantarkan Madrid melaju ke babak perempatfinal Liga Champions dengan skor agregat 4-0, setelah sebelumnya Madrid berhasil mengalahkan Roma 2-0 di Olimpico, beberapa pecan lalu.


Selama jalannya pertandingan, permainan Madrid cukup mendominasi, kendati Roma tidak tampil defensif. Tim tamu lebih banyak menunggu, lalu melakukan serangan balik. Sejumlah peluang pun didapatkan Roma. Namun, buruknya penyelesaian akhir dari pemain-pemain Roma membuat mereka urung mencetak gol.




Sebaliknya, Madrid baru bisa memecah kebuntuan di babak kedua. Di babak pertama, banyak peluang mereka melenceng dari sasaran dan beberapa lainnya digagalkan oleh kiper Roma, Wojciech Szczesny.


Gol Madrid bermula dari sebuah serangan dari sisi kanan. Lucas Vazquez, yang baru masuk di menit ke-61 menggantikan Bale, melepaskan umpan silang. Umpan tersebut pun langsung disambar oleh Ronaldo yang berada di dalam kotak penalti.


Gol tersebut memaksa Roma untuk tampil all-out. Imbasnya, mereka jadi rentan diserang balik. Terbukti, pada menit ke-68, Ronaldo dan James dengan mudah membangun serangan balik dan menciptakan gol kedua untuk Madrid.


Pada menit ke-70, Madrid nyaris unggul 3-0. Lagi-lagi serangan balik Madrid kembali jadi petaka buat Roma. Sial bagi Madrid, dan untung buat Roma, sepakan Ronaldo dari dalam kotak penalti masih melenceng tipis. Hasil 2-0 berakhir hingga peluit panjang berbunyi.


Manajer Real Madrid, Zinedine Zidane menilai timnya telah menuntaskan tugas dengan baik dengan lolos ke perempatfinal Liga Champions. Zidane pun kini tinggal menunggu undian perempatfinal.


Kendati menang malam tadi, laga sebenarnya tak berjalan mudah untuk Los Blancos. Sekalipun dominan dengan penguasaan bola mencapai 57% juga unggul jumlah percobaan mencetak gol, Madrid beberapa kali mendapatkan ancaman serius.


Madrid melepaskan total 37 tembakan, sembilan di antaranya mengarah ke gawang seperti dicatat whoscored. Sementara Roma cuma 12 kali di mana empat menemui sasaran dan satu membentur tiang.


Meski tampak timpang betul, Madrid beberapa kali nyaris kebobolan karena sejumlah pemain Roma mendapatkan ruang tembak cukup bebas. Edin Dzeko setidaknya punya satu kans bersih sementara Mohamed Salah punya minimal tiga, dan seluruhnya melenceng.


Zidane sadar hasilnya bisa saja berbeda andai Roma punya penyelesaian akhir lebih baik. Tapi di atas itu, dia puas timnya bisa lolos dengan catatan tanpa kebobolan. "Ini adalah sebuah laga sulit, tapi pada akhirnya kami meraih target kami yakni lolos. Dan kami tidak kebobolan satupun gol," katanya di situs resmi UEFA.


"Selama 90 menit banyak hal bisa saja terjadi, karena kami tampil menghadapi sebuah tim dengan pemain yang bagus dan cepat. Tapi kami menyelesaikan tugasnya," tambah pelatih asal Prancis ini.


Zidane juga memuji penampilan sejumlah anak asuhnya, antara lain Casemiro, Lucas Vazquez, serta James Rodriguez dan Cristiano Ronaldo yang mencetak gol. Khusus untuk Vazquez, sejak masuk sebagai pengganti untuk Gareth Bale dirinya langsung memberikan dampak. Dia menorehkan assist untuk gol pembuka yang dicetak Ronaldo hanya tiga menit setelah menginjak lapangan.


"Casemiro tampil baik dan Lucas Vazquez juga penting. Dia memberikan seluruh kemampuan kapanpun bermain dan dia selalu mau bertarung," sambung Zidane.


"Saya senang dengan gol James. Dia berlatih dengan baik dan selalu penting untuk pemain sepertinya mencetak gol. Setiap kali Cristiano Ronaldo ada di lapangan, dia ingin mencetak gol dan terus melakukannya. Kami sekarang bisa menantikan undiannya dan bersantai. Kami perlu beristirahat," demikian pria 43 tahun ini.


Undian perempatfinal Liga Champions ini sendiri akan digelar pada 18 Maret mendatang. Laga leg pertama berlangsung 5-6 April, sementara leg kedua pada 12-13 April.


Kekalahan Roma dengan skor 2-0 ini disayangnya Gelandang AS Roma Alessandro Florenzi. Menurutnya, AS Roma sebenarnya punya beberapa kans untuk membobol gawang Real Madrid. Hanya saja, mereka gagal memanfaatkannya dengan baik dan harus menanggungnya dengan takluk 0-2.


Diakuinya, Roma memang kesulitan untuk membongkar pertahanan Madrid. Selebihnya, I Lupi lebih banyak menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik. Rencana ini terbilang sukses kalau melihat Roma masih bisa menciptakan beberapa peluang.


Dalam catatan ESPNFC, Roma punya 12 attempts sepanjang pertandingan, di mana 4 di antaranya mengarah tepat sasaran. Peluang-peluang terbaik mereka didapatkan oleh dua pemain depan, Edin Dzeko dan Mohamed Salah.


Dzeko sempat berdiri satu lawan satu dengan kiper Madrid, Keylor Navas, namun sepakannya melebar. Demikian pula dengan Salah, tendangannya juga melenceng ketika berhadapan dengan Navas. Dua peluang ini terjadi di babak pertama, di mana skor masih sama kuat 0-0.


Di babak kedua, Salah satu kali mendapatkan peluang emas. Kembali, ia berhadapan satu lawan satu dengan Navas, dan lagi-lagi juga sepakannya melebar.


Setelah sejumlah peluang gagal dimaksimalkan menjadi gol, gawang Roma malah kebobolan dua kali oleh Cristiano Ronaldo dan James Rodriguez. Kapten Roma pada laga dini hari tadi, Alessandro Florenzi, pun menyayangkan peluang-peluang yang terbuang percuma itu.


"Sayangnya, di dalam sepakbola, penyelesaian dingin bisa menjadi pembeda dan kami tidak memiliki itu. Kami punya beberapa peluang ketika berhadapan satu lawan satu (dengan kiper, red) dan kami tidak memanfaatkannya," ujar Florenzi kepada Mediaset. * dtk, mtr
Share on Google Plus

About Nadi Usea