Pasar Semen Naik 4,4 Persen Di Januari

Indikasi 2016 Kondisi Akan Membaik

TUBAN – 2016, diprediksi pasar semen akan mengalami peningkatan. Tidak seperti pada tahun sebelumnya yang mengalami penurnan sangat signifikan karena kondisi perekonomian yang tidak menentu. Indikasi adanya perbaikan itu, dilihat pada Januari 2016 lalu, di mana pasar semen mengalami peningkatan penjualan sebesar 4,4 persen secara nasional dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hal itu dikatakan Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Suparni. Suparni mengungkapkan peningkatan ini dikarenakan banyak faktor. “Semoga ini pertanda perekonomian akan membaik dibanding sebelumnya. Kita berharap demikian,” ungkapnya di sela-sela acara penyerahan CSR di Tuban, Kamis (10/03).


Untuk Semen Indonesia sendiri, pada Januari mengalami peningkatan sebesar tiga persen dibanding periode yang sama tahun lalu. “Cukup bagus kenaikannya,” ungkap Suparni.

Namun untuk Februari, diakuinya masih belum ada perhitungan resmi. Kemungkinan peningkatannya tidak sebaik pada Januari. Karena Februari ada satu hari libur nasional dan jumlah harinya tidak sebanyak bulan-bulan lainnya.

“Libur nasional dan jumlah hari dalam satu bulan itu sangat menentukan. Februari itu jumlah harinya 29 plus satu hari libur, jadi ada tiga hari off. Dalam tiga hari itu bisa-bisa terjadi penurunan hingga 100 ribu ton semen,” jelas Suparni.

Namun, Suparni tetap berharap dan optimis bulan-bulan berikutnya pasar akan semakin baik. Apalagi, Semen Indonesia berencana untuk mengembangkan pabrik di beberapa kota salah satunya di Aceh. 

Selain itu, Semen Indonesia akan memperbesar volume ekspor seiring dengan diselesaikannya pembangunan sekaligus mulai beroperasinya pabrik semen Rembang dan pabrik Semen Padang di Indarung pada akhir 2016. Realisasi ekspor mulai dilakukan pada 2017.

 ’’Sekarang belum karena kebutuhan semen di Indonesia masih tinggi, sedangkan kapasitas produksi kita belum bertambah,’’ kata Suparni.

Dia menyebutkan, total kapasitas produksi Semen Indonesia saat ini mencapai 31,5 juta ton. Dari jumlah tersebut, total ekspor pada 2015 hanya 500 ribu ton. ’’Indonesia sebenarnya sudah masuk ke jajaran tiga besar negara produsen semen ASEAN. Akhir tahun lalu Indonesia bahkan menjadi negara produsen semen terbesar di ASEAN selisih tipis dengan Vietnam maupun Thailand,’’ ungkapnya.

Pada 2015, total produksi semen di Indonesia sebesar 66 juta ton. Kebutuhan semen di dalam negeri menembus 62 juta ton. Rata-rata kebutuhan semen di Indonesia meningkat 5–8 persen per tahun. Total produksi semen pada 2016 diproyeksikan mencapai 80 juta ton. ’’Dari awalnya hanya ekspor 500 ribu ton, kami akan menambah kapasitas ekspor menjadi 1 juta sampai 1,5 juta ton,’’ terang Suparni.

Total tambahan pasokan dari beroperasinya pabrik semen di Rembang maupun di Indarung sebesar 6 juta ton. Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor Semen Indonesia adalah Filipina, Myanmar, Singapura, Kamboja, Laos, Bangladesh, dan Timor Leste.

Total market share Semen Indonesia saat ini mencapai 42–44 persen. Market share Semen Indonesia di ASEAN sebesar 17 persen. ’’Saat ini kami menjadi produsen semen terbesar di ASEAN dan diikuti Thailand,’’ ujarnya.

Pada 2015, pihaknya hanya mampu tumbuh tipis 1 persen. Tahun ini pihaknya menargetkan pertumbuhan 5–6 persen. ’’Kami optimistis pertumbuhan volume penjualan akan lebih baik daripada tahun lalu karena proyek infrastruktur sudah mulai bergulir,’’ tutur dia. (end/sad)
Share on Google Plus

About Nadi Usea