100 Pelaku UKM Dibantu Peralatan Usaha

100 Pelaku UKM dibantu peralatan usaha
supaya usahanya berkembang.
Probolinggo-Sedikitnya 100 pelaku UKM Kota Probolinggo diberikan bantuan peralatan usaha oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan dan UKM (Diskoperindag dan UKM). Mereka dibantu peralatan supaya bisa mengembangkan UKM yang mereka kelola.

Penyerahan bantuan peralatan dilakukan oleh Walikota Rukmini di halaman kantor Diskoperindag, Selasa (16/11). Bantuan peralatan itu diharapkan bisa menopang usaha mereka. Walikota juga meminta agar penerima bantuan menggunakan peralatan bantuan sebaik mungkin, jangan dijual.

Adapun peralatan yang diserahkan berupa peralatan tukang, kompresor, mesin jahit ekektrik multi fungsi, oven listrik, mixer duduk, genset, display cooler, sealer injak. Peralatan diserahkan  kepada 100 pelaku UKM yang hadir dalam kegiatan penyerahan.

Walikota Rukmini mengatakan bantuan peralatan itu bisa mengentaskan kemiskinan. Warga Miskin kemudian berusaha sehingga menumbuhkan kreasi dan inovasi untuk berusaha. Usaha pelaku UKM itu kemudian  dijawab oleh Pemkot dengan bantuan peralatan.

"Salah satu inovasi pelaku UKM misalnya  kue kering dikembangkan dengan kue basah. Ikan mentah diolah menjadi makanan olahan," tukasnya.

Sementara Kepala Diskoperindag Gatot Wahyudi menjelaskan bantuan peralatan kepada mereka dalam rangka memfasilitasi usaha mikro agar berkembang. Diharapkan produksi meningkat baik secara kuantitas dan kualitas. Jika usaha mereka berkembang maka dapat meningkatkan taraf hidup dan ekonomi mereka sendiri.

"Peralatan ini mendukung usaha mereka. Mereka inilah kekuatan ekonomi sesungguhnya. Mereka itu ingin mandiri secara ekonomi dan tidak bersandar pada pihak lain. Karena itu kita bantu dengan peralatan usaha," terangnya.

Para penerima bantuan peralatan UKM pun senang. Timan misalnya, penerima bantuan asal Kelurahan Sumberwetan mengaku senang karena bisa mencari nafkah lewat peralatan kayu yang dia terima, sebab tiap hari dia menghidupi keluarganya sebagai tukang kayu. Dia awalnya tak punya peralatan lengkap.

Sutipa, penjahit asal Kelurahan Ketapang sebelumnya harus menyewa mesin jahit untuk mencari nafkah. Setelah dapat bantuan mesin jahit dari Diskoperindag, dia pun senang karena bisa memiliki mesin jahit sendiri. Baginya, mesin jahit bantuan itu bisa meningkatkan produksi usahanya. afa



Share on Google Plus

About Nadi Usea