4 Jambret Belia Terkapar

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga
 saat memamerkan tersangka berikut barang bukti yang
diamankan dari keempat jambret belia di Mapolrestabes.
|Duta/Tunggal Teja Asmara
SURABAYA - Empat pemuda komplotan spesialis pencurian dengan kekerasan atau jambret akhirnya berhasil diamankan Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Keempat pelaku jambret belia itu ditangkap pada tempat dan waktu yang berbeda.

Keempat tersangka adalah Muhamad Ismail (19) warga Gadel Baru No 44B, Nugroho Yogi (20) warga Tanjungsari, Angga (18) warga Hayamwuruk Gondang legi Malang yang kost di Jalan Tanjungsari Surabaya, serta satu orang penadah bernama Sapuan (18) warga Tanjungsari Surabaya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga mengatakan jika pengungkapan kawanan jambret belia ini adalah hasil penyelidikan dari Unit Resmob Polrestabes Surabaya, berdasar Laporan dari korban, yang pernah dirampas tasnya di depan Superindo Jalan Darmo Satelit Surabaya, Rabu (23/11) lalu.

"Berawal dari laporan korban dan seringnya terjadi penjambretan pada daerah tersebut, maka Unit Resmob melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan satu orang penadah bernama Sapuan. Dari sinilah kami melakukan pengembangan dan memburu ketiga rekannya yang lain," ujar Shinto, Rabu (30/11).

Masih kata Shinto, dalam melakukan tiap aksinya, kawanan ini memiliki peran masing-masing. Tersangka Angga menyediakan sarana yang digunakan oleh Ismail dan Nugroho untuk mencari mangsa dengan cara memepet korban yang jadi sasaran, terutama perempuan dengan tas yang dicangklong untuk selanjutnya dipetik oleh tersangka Nugroho ini.

“Sedangka hasilnya dijual kepada Sapuan dengan harga relatif murah tergantung barang yang didapatkan," imbuh perwira asal Medan ini.

Dari pengakuan tersanga Ismail, dirinya sudah lebih dari lima kali melakukan aksinya, bahkan pemuda ini merupakan residivis dalam kasus yang sama. "Sering mas, dulu pernah ditangkap Polsek Sukomanunggal, dan pernah di penjara 1,5 tahun, uangnya buat senang-senang di Moroseneng," aku jambret belia ini

Kepada kedua tersangka yakni, Ismail dan Nugroho petugas terpaksa membubuhkan timah panas di kaki mereka karena sempat mencoba kabur saat akan diamankan.


Keempat komplotan jambret belia ini akhirnya harus mendekam di tahanan Polrestabes Surabaya guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Keempatnya dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. tom/gal
Share on Google Plus

About Nadi Usea