Bandar Jebolan Lapas Madiun Dirungkus

Jalani Bisnis Narkoba dengan Cara Dicicil 

Empat tersangka dan barang bukti narkoba jenis ekstasi
 sebanyak 21 butir, sabu-sabu 11 poket dan dua linting ganja
yang diamankan BNNK.|
Duta/Tunggal Teja Asmara
SURABAYA - Tidak kapok mengedarkan barang haram, Dony (36), bandar jebolan Lapas Madiun yang kos di jalan Kalibokor kembali ditangkap atas kasus serupa. Tersangka diamankan Badan Narkotika Kota (BNNK) Surabaya di sebuah kamar hotel di Jalan Siwalankerto bersama teman perempuannya, Sabu (12/11).

Pennagkapan terhadap Dony berkat pengembangan dari ketiga tersangka yang sebelumnya sudah diamankan BNNK Surabaya. Bahkan dalam pengedarannya, Dony memberikan fasilitas kredit atau dicicil kepada para pasiennya. "Saya kreditkan, dan saya tulis biar mereka gak kabur sebelum lunas," ujar Dony.

Dalam mengedarkan barang haram tersebut, Dony dibantu tiga orang kurirnya yakni Iwan (36) warga kedondong, Mulyono (46) warga kedondong dan Topo Subekti (31). Mereka kebanyakan mengedarkan dikalangan rekan sesama security atau teman dekatnya.

Sementara itu Kepala BNN Kota Surabaya, AKBP Suparti menjelaskan, penangkapan jaringan ini adalah hasil dari tindak lanjut atas informasi masyarakat, jika ada seorang security nyambi menjadi pengedar sabu

"Awalnya kami menangkap tersangka Iwan, kemudian Topo dan Mulyono, selanjutnya dari keterangan tiga orang ini, kami menyelidiki satu orang yang menyuplai barang kepada mereka, yakni Dony," jelasnya, Senin (14/11).

Setelah dilakukan pengintaian beberapa hari, petugas akhirnya mengamankan Doni. Dari hasil pemeriksaan, Doni menjual narkoba dengan cara bisa diangsur atau dicicil. "Para konsumennya bisa membayar secara dicicil, sehingga pelanggan tersangka ini cukup banyak. Terbukti dengan adanya buku rincian pengeluaran narkoba yang cukup banyak," kata Suparti.


Dalam kasus ini, BNNK Surabaya berhasil mengamankan dua puluh satu butir pil ekstasi, 11s poket sabu dan dua linting ganja. "Kasus ini masih kami kembangkan, dengan mengejar bandar diatas Dony," pungkasnya. tom
Share on Google Plus

About Nadi Usea