Bayar Pajak Pakai Sampah, Bonus Umroh

 Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus
didampingi Kepala DKP Kota Mojokerto Amin Wachid (kiri)
 dan Kepala DPPKA Kota Mojokerto Agung Mulyono (kanan)
 meresmikan dimulainya program Bayar Pajak Pakai 
Sampah.
|
 DUTA /YUSUF 
MOJOKERTO - Sampah yang selama ini menjadi masalah karena merupakan barang tidak bernilai, di Kota Mojokerto justru menjadi komoditi. Lebih dari itu, membayar pajak pun dapat dilakukan dengan memakai sampah. Tidak tanggung-tanggung, jika beruntung, dengan sampah dapat umroh gratis.
Selasa (15/11), bertempat di Sun Rise Mall Jalan  Benteng Pancasila, Pemkot Mojokerto meluncurkan program 'Bayar Pajak Pakai Sampah'. "Dengan diluncurkannya Bayar Pajak Pakai Sampah ini menunjukkan bahwa sampah bukan lagi menjadi barang yang tidak berguna, tapi justru menjadi barang komodity yang berharga," ujar Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus.
Tujuan dari program ini, pertama untuk mewujudkan Kota Mojokerto sebagai kota adipura yang bersih. Karena penilaian adipura tidak lagi pada titik-titik tertentu tapi sudah pada bagaimana kesadaran masyarakat terhadap kebersihan. "Nah, dengan program ini kita harapkan kesadaran masyarakat tumbuh," imbuhnya.
Ke dua, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Dan yang ke tiga yakni memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Sehingga nantinya tumbuh kesadaraan bahwa sampah ada manfaatnya, termasuk sampah dapat bermanfaat membayar pajak.
"Nantinya masyarakat Kota Mojokerto membayar pajak tidak perlu lagi mengeluarkan uang yang ada di dompetnya tapi membayar pajak cukup dengan sampah. Jika program ini berjalan baik, maka akan tercipta lingkungan yang bersih dan kewajiban membayar pajak dapat ditunaikan, " terangnya.
Untuk merangsang agar masyarakat membayar pajak pakai sampah, setiap tahun akan dilakukan pengundian hadiah berupa umroh gratis bagi yang membayar pajak pakai sampah. "Ini nantinya baru pertama kali di Indonesia, umroh pakai sampah. DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) dan DPPKA (Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan, dan Aset) siap-siap untuk dikunjungi daerah-daerah lain," katanya.
Terpisah Kepala DPPKA Kota Mojokerto, Agung Mulyono mengatakan, untuk dapat membayar pajak pakai sampah, masyarakat harus menjadi anggota bank sampah terdekat. Sampah yang disetorkan ke bank sampah akan dibeli oleh bank sampah. Dan sebagian uang dari hasil sampah yang disetorkan akan disihkan oleh bank sampah untuk bayar pajak. "Saat ini sudah ada 48 bank sampah, targetnya 100 bank sampah," katanya.ywd


Share on Google Plus

About Nadi Usea