Deal, Aksi 212 di Monas

Kesepakatan Kapolri dan GNPF MUI, Dimediasi MUI

Dari kanan, Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Shihab,
 Ketum MUI KH Ma’ruf Amin, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian,
Ustad Abdullah Gymnastiar (Aaa Gym), dan Kadiv Humas Polri
Irjen Pol Boy Rafli, saat jumpa pers di Kantor MUI, Senin (28/11).
|
IST
JAKARTA-Polri dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) sepakat bahwa aksi demonstrasi Bela Islam jilid III, Jumat (2/12) nanti, akan digelar di lapangan Monas, Jakarta. Semula aksi 212 direncanakan di  di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan sepanjang Jl MH Thamrin dan Jl Sudirman. Aksi damai ini menuntut pelaku penistaan agama Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama ditahan.

"Kami akan lakukan aksi superdamai dengan menggelar sajadah," ujar Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Shihab saat konferensi pers bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (28/11).

Hadir juga dalam jumpa pers Ketum MUI Ma'ruf Amin, Ketua Umum GNPF MUI Bachtiar Nashir, Ustad Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), dan jajaran Divisi Humas Mabes Polri. Sebelum konferensi pers digelar, Kapolri dan GNPF MUI menggelar pertemuan yang difasilitasi oleh KH Ma'ruf Amin. GNPF MUI diwakili Bachtiar Nashir. Pertemuan digelar pukul 12.45 WIB. 

Rizieq  mengatakan, aksi superdamai yang dimaksud adalah doa bersama dan salat bersama di lapangan Monas mulai pukul 08.00 WIB hingga salat Jumat. "Sebelumnya kami akan menggelar Aksi Bela Islam III di Bundaran HI, namun poisi memberikan alternatif lain, yakni salat jumat di Istiqlal, akhirnya kita sepakati menggelar aksi damai di lapangan Monas," kata Rizieq yang juga menjabat ketua Dewan Penasihat GNPF MUI ini.

Rujuk Nasional setelah 212
Rizieq juga mengapresiasi sekaligus memberikan penghargaan tertinggi kepada MUI yang telah menjembati FPI dengan pemerintah sehingga terbuka komunikasi. "Ini merupakan kesepakatan yang bagus. Sangat bagus. Terima kasih ke MUI karena membuat komunikasi kami ke pemerintah menjadi terbuka," ujar Rizieq.

Awalnya, menurut Rizieq, GNPF MUI bertahan dengan sikap sendiri dan jadi polemik. “MUI hadir di tengah dan kami jadi saling dengar argumen satu sama lain. Setelah dibuka komunikasi dua pihak, jadi terbuka bahwa kami sama-sama punya itikad baik,'' ujar Rizieq.

Rizieq juga amat mengapresiasi usul Ketua MUI Kiai Ma'ruf Amin agar setelah 2 Desember ada Rujuk Nasional yang melibatkan semua pihak untuk menyelesaikan persoalan bangsa.

"Rujuk nasional yang melibatkan seluruh tokoh-tokoh dalam negeri bagaimana berdialog mencari solusi bagi problematika yang dihadapi, kami GNPF MUI, kami sambut usulan tersebut. Insya Allah ke depan kita lebih menggiatkan berdialog," kata Rizieq.

Ketum MUI Ma'ruf Amin pada awal jumpa peras menyebut rujuk nasional diperlukan setelah aksi Bela Islam III di Monas 2 Desember. Menurut Kiai Ma'ruf, rujuk nasional bisa dimanfaatkan sebagai sarana diskusi antara pihak pemerintah, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak lainnya.

"Lebih mantap lagi jadi pada Desember 212, mudah-mudahan sesudah itu juga ada tindak lanjut lagi yaitu kami mengusulkan adanya dialog nasional dalam rangka merajut kembali kesatuan persatuan bangsa menuju rujuk nasional. Kembalinya kita secara nasional untuk menjadi bangsa yang utuh bangsa yang saling menghormati saaling menolong saling membantu dalam rangka membangun negeri yang kita cintai ini menjadi negeri yang damai dan aman dan negeri yang sejahtera," tutur Kiai Ma'ruf.

Lima Kesepakatan
Rizieq mengatakan, rencana GNPF MUI untuk menggelar salat Jumat di Sudirman-Thamrin bukan tanpa alasan. Dia tidak ingin insiden desak-desakan di Masjid Istiqlal pada saat demo 4 November 2016 terulang. Oleh karena itu, dia meminta agar aksi dan salat Jumat digelar di jalanan terbuka.

Beberapa hari sebelumnya, Kapolri Tito memang terus mencegah agar aksi demo dilakukan di jalan protokol Jakarta. Tito mengatakan, sesuai UU 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, itu hak konstitusional.  “Tetapi tidak boleh mengganggu hak asasi orang lain, termasuk pengguna jalan protokol. Kalau itu diblok, otomatis akan mengganggu orang lain," kata Tito.

Pada konferensi pers kemarin, Rizieq membacakan lima poin kesepakatan pihak GNPF dengan Polri. Pertama,  GNPF MUI dan Polri sepakat bahwa Aksi Bela Islam III tetap akan digelar pada Jumat 2 Desember 2016 dalam bentuk aksi unjuk rasa yang superdamai, berupa aksi ibadah gelar sajadah untuk salat Jumat. Akan tetapi tanpa mengubah tuntutan aksi 212, yaitu tegakkan hukum yang berkeadilan dan target kami tetap, agar penista agama ditahan.

Kedua, GNPF MUI dan Polri juga telah sepakat bahwa Aksi Bela Islam III akan digelar dengan zikir dan doa keselamatan negeri dari pukul 08.00 pagi sampai usai salat Jumat. Ketiga, GNPF MUI dan Polri sepakat, usat salat Jumat para pimpinan GNPF MUI akan menyapa di sepanjang jalan sekaligus melepas mereka pulang dengan tertib.

Keempat, GNPF MUI sepakat dengan Polri tentang perlunya dibentuk tim terpadu antara Satgas GNPF MUI dengan Polri untuk mengatur teknis pelaksanaan. Tim terpadu juga mengatur mengenai peserta aksi dari luar agama Islam.

Kelima, jika ada gerakan pada 2 Desember 2016 di luar kesepakatan yang sudah dibuat antara GNPF MUI dan Polri, maka gerakan tersebut dipastikan bukan bagian dari GNPF MUI. Polri dipersilakan menggunakan hak dan kewenangannya mengambil tindakan yang diperlukan.

Minta Aksi Buruh Ditunda
Kapolri Tito mengatakan,  kepolisian sudah menyiapkan kawasan Monas, Jakarta Pusat, sebagai area kegiatan unjuk rasa 2 Desember 2016. Menurut Tito, kawasan Monas bisa menampung 600 ribu sampai 700 ribu orang.

Jika ternyata pendemo lebih daripada kapasitas di Monas, Jalan Merdeka Selatan disiapkan sebagai tempat untuk menampung kelebihan pendemo. Polisi akan mengawal demonstrasi dibantu sejumlah pihak. "Kami dibantu TNI, Satpol PP, laskar dari ormas-ormas yang ada, kita akan atur," ujar Tito.

Tito mengimbau agar kegiatan lain di luar demonstrasi 2 Desember untuk ditunda. Mantan Kapolda Metro ini menuturkan, kegiatan lain jangan sampai mengganggu kesucian kegiatan demonstrasi 2 Desember. 

"Semisal aksi buruh, Sebaiknya ditunda. Jangan sampai menganggu kesucian dari kegiatan ini. Nanti sebelah sini zikir, sebelah sana teriak-teriak, kan enggak bagus," kata Tito.

Tito juga mengatakan,  keselamatan warga jadi hal yang paling utama. "Sehingga kita akan mengatur di mana parkirnya, kami akan bantu mengakomodasi panggungnya untuk zikir, kiblatnya bersama para ulama juga akan kita atur, tempat wudu, toilet, arus masuk dan keluar, speaker nanti kita akan siapkan," jelasnya.

Dengan demikian, lanjut Tito, aksi tersebut diharapkan bisa berjalan dengan damai dan tertib. Bahkan Tito menegaskan, aksi tersebut harus berlangsung superdamai. "Kami berharap kegiatan ini berlangsung tertib, superdamai dan betul-betul justru kita akan mendekatkan diri kita dengan Allah SWT," ujarnya.

Puluhan Ribu dari Solo
Sementara itu, puluhan ribu umat muslim se-Solo Raya akan mengikuti aksi bela Islam III, 2 Desember di Jakarta. Ketua Laskar Umat Islam Solo Edi Lukito mengatakan masa yang berangkat terdiri atas beberapa Ormas Islam, pengurus dan jamaah masjid se-Solo Raya.

"Solo pasti ke sana ada 50 ribu dari 600 masjid se-Solo, mereka berangkat bervariasi ada yang hari ini, besok, dan seterusnya," ujarnya di Solo pada Senin (28/11) siang.

Ia menjelaskan, kedatangan umat muslim se-Solo Raya ke Jakarta merupakan komitmen untuk mengawal kasus penistaan ayat suci Alquran yang dilakukan oleh Ahok.  Edi memastikan kekhawatiran adanya makar dalam aksi tersebut tak akan terjadi.

"Kita akan tunjukan tidak ada makar tapi damai, pemerintah jangan memperkeruh dengan selalu mengucapkan makar, kalau tahu buktikan tangkap orangnya sekarang sebelum berbuat," jelasnya.

Lebih lanjut Edi mengungkapkan, aksi itu merupakan aspirasi yang seharusnya tak perlu ditakuti oleh pemerintah. Dia juga menyayangkan maklumat Polda Jateng yang mengimbau warga Jateng untuk tidak mengikuti aksi di Jakarta serta melakukan penyekatan di sejumlah titik di perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah.

Penyekatan yang dilakukan kepololisian menurutnya hanya akan memperkeruh suasana. "Kalau dicegat malah bakal masalah, disuruh pulang justru kita akan jalan, kalau mau yan dikawal sampai jakarta itu lebih elegan, lebih bagus," ujarnya.

Meski begitu, ia meminta seluruh umat muslim Solo yang berangkat ke Jakarta untuk menaati aturan dan tidak membawa benda-benda yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.


Sementara itu, kata dia, aksi serupa juga akan dilakukan di Solo, yakni di Lapangan Kota Barat. Sejumlah Ormas yang akan bergabung seperti Laskar Umat Islam, JAT, Sunan Bonang, Jas dan lainnya. hud, dit, rol, bsc, viv, mer
Share on Google Plus

About Nadi Usea