Dorong Industri Keuangan Syariah

Moch Hadi Santoso, Direktur Utama BRISyariah
dan Tommy Singgih, Direktur PT Mastercard Indonesia usai
 MoU kerjasaam BRISyariah dengan Mastercard|DUTA/DOK
SURABAYA - BRISyariah dan Mastercard akhir pekan lalu mengukuhkan kemitraan strategis guna terus mendorong perkembangan industri keuangan Syariah di tanah air. Melalui pengukuhan kemitraan yang dilakukan bertepatan dengan Milad BRISyariah yang ke-8 tersebut, BRISyariah dan Mastercard menyepakati beberapa bentuk kerja sama yang akan dilakukan, antara lain mencakup peluncuran kartu debit Mastercard BRISyariah, yang juga dapat digunakan oleh para umat Muslim untuk melakukan transaksi elektronik saat menunaikan ibadah Haji dan Umrah di tanah suci.

Moch Hadi Santoso, Direktur Utama BRISyariah mengatakan, ”Bekerja sama dengan Mastercard merupakan salah satu upaya mewujudkan komitmen memberikan pengalaman pembayaran lebih mudah dan nyaman bagi para nasabah. Dengan jaringan Mastercard yang luas, pemegang kartu BRISyariah Mastercard dapat menggunakan di seluruh dunia.”

Khusus bagi para jamaah Haji dan Umrah jelas Moch Hadi mereka tidak perlu lagi membawa uang tunai yang mudah tercecer ataupun hilang saat melakukan ibadah. Kartu ini juga dapat memfasilitasi para nasabah untuk melakukan transaksi pembayaran  secara  elektronik di merchant-merchant yang berlogo Mastercard maupun melakukan penarikan uang tunai di ATM tertentu selama berada di tanah suci. Dengan demikian mereka dapat beribadah dengan lebih tenang tanpa perlu khawatir terhadap resiko kehilangan uang tunai.

Untuk menambah kemudahan para jamaah Haji dan Umrah dalam melakukan penarikan uang tunai di tanah suci, Mastercard telah bekerja sama dengan Bank Ar-Rajhi, bank Syariah terbesar di Arab Saudi, untuk memfasilitasi mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dalam Bahasa Indonesia.

“Kami merasa bahwa produk keuangan Syariah juga harus memiliki fitur sebaik produk yang dikeluarkan oleh bank konvensional. Oleh karena itu, kami berharap kerja sama dengan Mastercard ini dapat menjadi sebuah kemitraan jangka panjang untuk terus mengembangkan sistem pembayaran elektronik berbasis Syariah yang modern, terdepan dan inovatif. Pengembangan produk dan layanan Syariah ini juga merupakan salah satu bentuk kontribusi kami untuk mendukung Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh pemerintah beberapa waktu lalu,” ujar Moch Hadi Santoso.

Tommy Singgih, Direktur PT Mastercard Indonesia mengatakan, “Indonesia memiliki potensi sangat cerah di industri keuangan Syariah. Hal ini ditopang oleh jumlah penduduk Muslim yang besar dengan kelas menengah yang terus tumbuh dan menginginkan layanan keuangan yang memenuhi prinsip-prinsip syariah. Melalui kerja sama dengan BRISyariah ini kami ingin  turut ambil bagian dalam mengembangkan industri syariah di tanah air melalui serangkaian produk inovatif berbasis syariah di pasar Indonesia.”

Tommy Singgih menambahkan, “Bagi kami, kerja sama yang erat dengan para mitra bisnis merupakan hal utama untuk dilakukan guna menciptakan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, khususnya kebutuhan akan solusi-solusi pembayaran Syariah. Untuk itu, kami sangat senang dan bangga dapat bekerja sama dengan BRISyariah untuk memenuhi kebutuhan layanan keuangan Syariah di Indonesia.”

Melalui kerja sama ini, para pemegang kartu BRISyariah dengan logo Mastercard akan dapat menikmati kemudahan untuk bertransaksi elektronik di lebih dari 43,3 juta lokasi di seluruh dunia, baik melalui ATM dan merchant, yang tergabung dalam jaringan Mastercard.  (imm)
Share on Google Plus

About Nadi Usea