Rampas Motor, 7 Debt Collector Diamankan

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shintp Silitonga
dan Kasubbag Humas Kompol Lily Djafar menunjukan barang bukti
dari tersangka.|Duta/Tunggal Teja Asmara
SURABAYA - Aksi perampasan kendaraan bermotor mengatasnamakan tugas dan perintah dari pihak leasing kepada pemohon kredit yang macet rupannya tak membuat para debt collector. Terbukti tujuh debt collector kembali melakukan perampasan Honda Beat hitam bernopol L 6577 GY atas nama Andi Susanto yang dikendarai Abdul Rosyid di jalan Diponegoro Surabaya , Senin (14/11). Beruntung, pada saat kejadian ada anggota Opsnal Unit Tipiter Satreskrim Porestabes Surabaya.

Ketujuh tersangka adalah, Setyo Hadi (38) warga Banjar Sugihan Surabaya, Sudiyono (34) warga Tembok Gede Surabaya, Romadhon Eko (19) warga Perum Pranti Baru Sidoarjo, Alfian (21) warga Banyu Urip Surabaya, Wahyu Margahadi (46) warga Kedung Klinter Surabaya, M toha (35) warga Tenggumung Baru Surabaya, dan Hafifi (29) warga Siwalankerto Surabaya. Ketujuh tersangka itu adalah karyawan dari PT JGO Sukses Bersama yang merupakan sebuah perusahaan bergerak dibidang penagihan.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shintp Silitonga menjelaskan jika dari hasil penyidikan ketujuh tersangka ini melakukan tugas penagihan disertai intimidasi dan pemaksaan dengan berbekal data yang sudah ada di dalam laptop masing-masing.

"Mereka ini bekerja secara berkelompok, mengintai kemudian melakukan sweeping ketika target plat nomor yang dimaksud terlihat baru mereka memepet korbannya dan kemudian melakukan upaya paksa disertai intimidasi secara bersama-sama hingga korban ini takut," ujar Shinto, Selasa (15/11).


Shinto juga menambahkan jika tindakan debt collector semacam itu tidak dibenarkan secara hukum. Karenanya pihaknya mengimbau agar para perusahaan leasing mau melibatkan kepolisian dalam upaya mediasi agar tidak ada yang dirugikan. Kini ketujuh tersangka dijerat Pasal 368 dan 335 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. tom
Share on Google Plus

About Nadi Usea