Tuntut Proses Hukum, Anak Punk Geruduk Balai Kota

Nampak puluhan anak punk melakukan orasi di Balai Kota Kediri
dengan pengawalan ketat dari aparat Kepolisian setempat.
|Duta/Nanang
 Kediri - Kasus penganiayaan dialami sejumlah anak punk terjadi Perempatan Bence Kelurahan Pakunden berimbas aksi demo di Balai Kota Kediri, Senin (14/11). Puluhan anak ini meminta Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar untuk memproses secara hukum pada pelaku. Selain itu massa dipimpin Revi Pandega alias Pentol, berharap kebijakan dari Pemkot untuk memperhatikan nasib pendidikannya.

 Aksi pemukulan diduga dilakukan oknum Satpol PP berimbas dengan aksi demontrasi digelar puluhan anak punk di balai kota. Massa menuding jika pelakunya ada anggota Satpol PP Kota Kediri dan berniat akan membalas dendam atas aksi yang mengakibatkan beberapa rekannya terkapar. Atas permintaan tersebut, Kasi Trantib Satpol PP, Nur Khamid meminta massa tidak anarkhis dan menyerahkan kasus ini kepada polisi.

“Mohon saudara-saudara semua tidak bertindak anarkhis sendiri, bahwa anggota Satpol PP saat bertugas selalu membawa surat tugas dan kita sudah mengumpulkan anggota bila tidak ada anggota kami yang terlibat. Namun bila anda semua tidak puas, silahkan lapor kasus ini kepada polisi,” jelas Nur Khamid.

Usai menggelar demo di Balai Kota Kediri, anak punk mendatangi Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri berada di Jl. Brawijaya. Ditemui sejumlah pejabat OJK dan perwakilan dari WOW Finance, mereka mempertanyakan kinerja lembaga pembiayaan dianggap arogansi atas perampasan motor dianggap menyalahi hukum.

 “Teman kami saat pulang sekolah, dihentikan motornya kemudian disuruh pulang jalan kaki. Seharusnya ada pembicaraan, kenapa harus main rampas dan kewenangannya melebihi polisi,” jelas Tomi Aribowo.

 Dihadapan perwakilan pendemo, Slamet Wibowo, Kepala OJK Kediri, berjanji akan menyampaikan kasus ini kepada lembaga yang terkait. “Kami adalah lembaga baru dan perlu waktu untuk belajar atas temuan kasus di lapangan. Bila ada tundingan kami terima uang dari lembaga pembiayaan, jelas tidak benar. Tugas kami mengawasi kinerja terkait lembaga jasa yang berhubungan keuangan. Namun untuk aturan main yang diterapkan, itu merupakan kewenangan masing-masing sebatas masih dalam kewajaran,” jelasnya.

 Pihak WOW Finance menyatakan bahwa tudingan tersebut tidak benar bila pihaknya bertindak arogansi. Kami melakukan sesuai prosedur dan telah berusaha memberikan keringanan. “Kami berharap setiap permasalahan bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Tentunya OJK juga memiliki batas untuk tidak masuk terlalu, dalam teknis lembaga keuangan tersebut bekerja. Kita kembalikan kepada nasabah, jika telah terjadi akad kredit tentunya kedua belah pihak telah saling setuju termasuk risikonya,” tegas Slamet Wibowo. nng


Share on Google Plus

About Nadi Usea