Warga Gayungan Kreditkan Sabu

Empat Pengedar Diciduk Unit Reskoba 

Kasubbag Himas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar
menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari tersangka.
|Duta/Tunggal Teja Asmara
SURABAYA - M Fikri (18), warga Gayungan Kebonsari, Surabaya akhirnya diciduk Unit Reskoba Polrestabes Surabaya lantaran terbukti membawa dan mengedarkan narkotika golongan I jenis sabu di seputaran jalan Kapas Krampung. Yang menarik dalam mengedarkan sabu, Fikri memberikan fasilitas kredit kepada para pasiennya

Dari tangan tersangka Fikri, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu poket sabu seberat 17,24 gram. Selanjutnya, dari penangkapan Fikri, petugas mengembangkan jaringan pengedar ini dan berhasil mengamankan Tawi (25), warga Desa Pamatan, Darungan, Probolinggo yang membeli sabu dari DPO berinisial L, yang juga mengambil barang dari Fikri.

Kemudian hari berikutnya, petugas juga memburu budak sabu dan berhasil mengamankan Wahyu Eko (20) warga Menanggal dan M Chasirudin (19) warga Bungurasih Utara Gg V A no 14 Sidoarjo. Keduanya ditangkap di sebuah rumah di jalan Menanggal II No. 33 Surabaya dengan barang bukti berupa dua poket sabu seberat 0,74 gram beserta satu buah pipet yang maaih ada sisa aabu seberat 3,80 gram.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar mengatakan, penangkapan keempat tersangka ini berdasarkan informasi dari masyarakat, kemudian dilakukan pengembangan hingga akhirnya mengamankan keempat tersangka dalam waktu dan tempat berbeda.

"Awalnya ada informasi jika tersangka Fikri ini adalah seorang pengedar, kemudian dari keterangan tersangka ini, kami berhasil mengamankan ketiga orang yang merupakan pasiennya, dan dari salah satu mereka mengaku mendapat barang dari rekan fikri berinisial L yang masih buron," ujarnya.

Dari pengakuan Fikri diketahui membeli sabu seharga Rp 1,1 juta dan menjualnya kepada DPO L seharga Rp 1,3 juta. Selain itu dia juga memfasilitasi L untuk membeli sistem kredit. "Saya jualnya Rp 1,3 juta , untungnya cuma Rp 200 ribu mas, itu juga saya kreditkan, kalau lunas baru boleh ambil barang lagi," aku Fikri. gal/tom


Share on Google Plus

About Nadi Usea