23 Rombongan Manten Tertimbun

Aceh Gempa 6,5 SR, 97 Meninggal Dunia

Masjid roboh di Pidie.|NTR
JAKARTA-Gempa bumi 6,5 pada Skala Ritchter (SR) menghancurkan banyak bangunan di Kabupaten Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen, Aceh, Rabu (7/12). Guncangan gempa kuat terjadi sekitar 15 detik pukul 05.03.36 WIB.

Sampai sore kemarin, menurut Pangdam Iskandar Muda Mayjen Tatang Sulaiman, jumlah korban meninggal 97 orang.  Sedangkan menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai pukul 17.30 WIB kemarin, korban tewas  97 orang, 1 orang hilang,  128 luka berat, dan 489 luka ringan. Untuk kerugian materil, 161 rumah rusak berat, 105 ruko roboh, 14 masjid roboh, 1 sekolah roboh, dan 1 RSUD di Pidie Jaya juga roboh.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, pascagempa 6,5 SR yang mengguncang Aceh kemarin, telah terjadi gempa susulan 25 kali. Kepala BMKG Stasiun Mata Ie Eridawati mengatakan, gempa yang terjadi pukul 05.03 WIB berpusat di 5,25 LU dan 96,24 BT, tepatnya di daratan Kabupaten Pidie Jaya dengan kedalaman 15 kilometer.

Termasuk dalam korban tewas akibat gempa adalah linto baro (pengantin laki-laki) dan rombongan pengiringnya asal Padang, Sumatera Barat. Rombongan berjumlah 23 orang ini menginap di toko jam di pusat pasar Kota Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya. Hingga sore kemarin, proses evakuasi korban yang tertimbun material toko masih berlangsung.

jalan terbelah akibat gempa 6,5 SR, Rabu (7/12) menjelang subuh.
|NTR
Mahdi, camat Meureudu, Pidie Jaya,  mengatakan, pihaknya belum mengetahui persis rombongan asal Padang yang hendak mengantar linto baro. "Yang saya tahu jumlah warga yang menginap di toko itu 23 orang, termasuk linto baro (pengantin laki-laki). Saya tak tahu nama linto baro. Orang tua linto baro asal Padang dan sudah lama tinggal di Kota Meureudu," ujarnya.

Sementara itu, Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen Tatang Sulaiman mengatakan, tim SAR sore kemarin mengeluarkan sembilan orang dari reruntuhan gudang di Kecamatan Ulee Glee, Kabupaten Pidie Jaya. Lima dinyatakan meninggal, sedangkan empat lainnya luka-luka.

"Dengan temuan ini, sampai saat ini ada 97 korban meninggal," kata Tatang saat diwawancarai wartawan pukul 15.54 WIB kemarin.

Korban meninggal berasal dari empat kecamatan, masing-masing Kecamatan Ulee Glee, Trienggading, Meurbu, dan Samalangan. Proses evakuasi, kata Tatang, masih berlangsung hingga sore kemarin. Dia berharap evakuasi bisa selesai sebelum matahari terbenam. "Kita harus hati-hati karena menyangkut nyawa manusia yang ada di bawah reruntuhan," tambahnya.

Sebelumnya, 15 anggota Koramil Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, juga berjibaku menyelamatkan seorang warga yang terkurung di bawah reruntuhan bangunan. Sedangkan suaminya Abdi dan anaknya masih usia 5 tahun meninggal dunia.

Relawan PMI mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Pidie Jaya
|NTR
Evakuasi ini mengerahkan dua unit alat berat. Proses evakuasi memakan waktu hingga 5 jam sejak pukul 07.00 WIB. Untuk mempermudah proses penyelamatan, petugas mengikat tali di bagian beton dan diangkat dengan menggunakan bantuan backhoe. Setelah itu, satu petugas masuk ke dalam dan berusaha menarik korban yang selamat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melansir lokasi gempa bumi berada pada 18 kilometer timur laut Kabupaten Pidie Jaya. Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer dengan koordinat 5.19 lintang utara-96.36 bujur timur. Gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Dampak gempa bumi berupa guncangan kuat terjadi di daerah Kecamatan Busugan, Meukobrawang, Pangwabaroh, Meukopuue, Tanjong, Meukorumpuet, Panteraja, Angkieng, dan Pohroh. Kekuatan guncangan skala intensitas III.

Pusat gempa dangkal tersebut membut getarannya sangat kuat. Di Pidie Jaya getaran sangat kuat dirasakan 15 detik. Jumlah korban terbanyak di kabupaten ini,  yaitu sampai siang kemarin tercatat 50 orang meninggal, 70 luka berat, 122 luka ringan. Sedangkan kerusakan bangunan meliputi 105 toko roboh, 86 rumah rusak berat, 13 masjid roboh, 1 RSU rusak berat, dan sejumlah jalan retak.

Di Kabupaten Bireuen, gempa mengakibatkan  2 orang meninggal dunia, 3 luka baret, 78 luka ringan. Sementara kerusakan bangunan meliputi  2 rumah roboh, 1 masjid roboh, 1 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Aziziyah roboh, 35 unit rumah rusak berat.

PT PLN Wilayah Aceh mencatat 84 trafonya jatuh. Kabel jaringan listrik tegangan menengah sepanjang 500 meter sirkit di Samalanga dan 25 km sirkit di Meureudu-Beurenun rusak. Sedangkan 48 tiang jaringan listrik tegangan menegah dan 60 tiang tegangan rendah roboh. Lokasi kerusakan berada di tiga titik, yakni Samalanga, Meureudu, dan Beureunun.

Adanya gangguan dalam sistem kelistrikan tersebut menyebabkan listrik tidak tersalurkan 500 kilowatt di Samalangan dan 6 megawatt di Beureunun-Meureudu. Area di Samalanga, Meureudu, dan Beureunun sempat mengalami pemadaman listrik sesaat, setelah gempa yang berdampak pada sekitar 40 ribu pelanggan PLN.

Pasien Banjiri RSUD Sigli
Data jumlah korban manusia dipastikan bisa bertambah. Mengingat dibandingkan dengan data pasien korban gempa yang dirujuk ke RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli Kabupaten Pidie saja, ada 400 orang. Jauh melebihi total korban luka yang dicatat BNPB.

"Lebih 400 korban gempa Pidie Jaya sudah ditangani oleh tim dokter RSUD Sigli," ujar Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli Drg Mohd Riza Faisal Mars di Sigli, Rabu (7/12) kemarin. RSUD ini juga membuka posko informasi para korban gempa.

Dampak dari membeludaknya rujukan korban gempa, semua ruang rawat inap di RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli penuh. Pasien yang dirujuk ke RSUD ini didominasi patah tulang, lebam, dan luka pada kulit karena terkena puing bangunan yang roboh.

Sementara tentang kerusakan bangunan, BNPB mengakui masih akan bertambah. “Data diperkirakan masih terus bergerak naik mengingat kerusakannya cukup masif," papar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di Jl Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (7/12) kemarin.

Presiden Joko Widodo memerintahkan tanggap darurat bencana akibat gempa yang menggoyang Pidie Jaya, Aceh. Identifikasi korban dan kerusakan fisik menjadi prioritas. Kepala Staf Kepresidenen Teten Masduki, di kompleks Istana Negara mengatakan, prioritas bantuan adalah pengurusan jenazah dan tempat pengungsian bagi warga yang rumahnya rusak.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan Presiden Jokowi akan mengunjungi para korban bencana gempa di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Biereun, Provinsi Aceh. Kunjungan dilakukan Jokowi hari ini setelah melakukan kunjungan kerja ke Bali.

"Ya tadi saya sudah rencanakan, tapi Presiden mungkin besok (hari ini, red) segera ke sana dari Bali mungkin ke sana," katanya di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (7/12).

JK mengatakan, meskipun juga telah berencana ke Aceh, namun dia tidak dapat melakukan kunjungan secara bersamaan dengan presiden. "Tentu tidak boleh bersamaan, bencana begitu kami berdua tidak boleh bersamaan," ujarnya.

Sangat Tidak Terduga
Tentang gempa yang terjadi di Aceh kemarin, pakar tektonik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwan Meilano mengatakan, "Gempa ini sangat tidak terduga. Sampai sekarang kita masih mencari sesar apa yang menjadi penyebabnya."

"Yang kami pahami bahwa sesudah gempa 2004, pelepasan energi dari gempa 2004 melepaskan tegangan di daratan Aceh sehingga terjadi gempa-gempa kecil di daratan tersebut, termasuk gempa tadi Subuh (kemarin, red)," jelasnya. Menurut dia, dengan magnitudo M 6,5 dan berupa sesar geser, gempa ini bisa mengakibatkan pergeseran 75 cm di permukaan.

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono menduga kuat gempa kemarin disebabkan oleh sesar Samalanga Sipopok. Sesar itu memanjang dari perairan Selat Malaka dan masuk ke daratan Aceh hingga mendekati Takengon.

Walau banyak sumber gempa di Aceh telah dipetakan, namun sejarah gempa yang ditimbulkan oleh sesar Samalanga Sipopok hingga kini belum diketahui. "Kita belum punya referensi," kata Daryono.
Di luar ketidakpastian itu, gempa kemarin memberi gambaran bahwa Aceh pun bisa dilanda gempa dengan mekanisme sesar mendatar serta berpusat pada kedalaman yang dangkal.

Daratan Aceh dilewati oleh patahan Sumatera yang terbagi menjadi beberapa segmen besar, yaitu Aceh, Simeuleum, dan Tripa. Segmen Tripa pernah memicu gempa berkekuatan M 7,3 pada tahun 1936, merusak kota Banda Aceh. Segmen Simeuleum pernah memicu gempa yang merusak pada tahun 1964 dengan kekuatan M 6,5.

BMKG mencatat pascagempa 6,5 SR yang mengguncang Aceh kemarin, telah terjadi gempa susulan sebanyak 25 kali. Gempa terjadi menjelang salat Subuh pagi kemarin. Kepala BMKG Stasiun Mata Ie Eridawati mengatakan, gempa yang terjadi pada pukul 05.03 WIB berpusat di 5,25 LU dan 96,24 BT, tepatnya di daratan Kabupaten Pidie Jaya dengan kedalaman 15 kilometer.

"Gempa ini tergolong gempa yang guncangannya kuat, sehingga menyebabkan berbagai kerusakan bangunan dan rumah warga. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan jangan sampai terprovokasi dengan berita yang tidak benar," ujar Eridawati.

Eridawati menambahkan, gempa susulan masih terus berpotensi dan akan terus terjadi, diperkirakan selama dua hari ke depan. Bahkan, sampai saat sekarang sudah tercatat 25 kali gempa susulan dengan kekuatan antara 3,3 sampai 4,4 SR.

Apabila ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal atau yang dikenal sesar Samalanga. Berdasarkan peta pemetaan tektonik Aceh, tampak bahwa di zona gempa terdapat struktur Sesar Mendatar.

"Sesuai dengan analisis BMKG menunjukkan gempa bumi yang terjadi di Pidie Jaya, dibangkitkan oleh aktivitas Sesar Mendatar (strike-slip-fault). Dugaan kuat sesar aktif yang menjadi pembangkit gempa adalah Sesar Samalanga yang jalurnya arah barat daya-timur laut," tutur Eridawati.


Gempa yang terjadi pagi kemarin tersebut tidak berpotensi terjadi tsunami. Begitu juga dengan tren kekuatan gempa bumi susulan semakin kecil dan masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan jangan panik. ser, tri, mer, viv
Share on Google Plus

About Nadi Usea