Atap Makam Troloyo Jatuh Timpa Peziarah

Triplek dan kayu berserakan setelah atap darurat di pendapa
 makam Syeikh Jumadil Kubro jatuh diterpa angin kencang.
|Duta/arif
MOJOKERTO-Atap darurat pendapa makam Syeikh Jumadil Kubro dari bahan triplek dan kayu –karena sedang direnovasi– jatuh diterpa angin kencang, Jumat (2/12) dini hari. Akibatnya, dua peziarah luka-luka tertimpa material atap tersebut.

Dua korban berasal dari rombongan peziarah asal Madiun yang sedang berdoa di lokasi. Mereka adalah Mairun (54) dan Tottok Iskandar (43), asal Desa Baru, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Kanit Reskrim Polsek Trowulan Iptu Dian Sukma Purwanegara mengatakan, ambruknya pendapa makam Syeikh Jumadil Kubro terjadi sekitar pukul 02.15 WIB dini hari kemarin. Saat itu sedang terjadi angin kencang di wilayah Trowulan.

Sementara di lokasi sedang ramai peziarah lantaran bertepatan dengan malam Jumat Legi (penanggalan Jawa). Salah satunya adalah rombongan peziarah asal Madiun, yang sedang berdoa di area makam punjer Walisongo itu.

"Untuk sementara hasil penyelidikan kami penyebab ambruknya akibat angin kencang dan kondisi bangunan yang sudah tua sehingga rapuh," kata Dian, kemarin.

Dian mengatakan korban dua orang mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa atap. Kedua korban sudah diobati di RSI Sakinah. "Saat ini sudah kembali ke Madiun," ujarnya.

Bagian atap yang ambruk menyisakan lubang sekitar 3x22 meter persegi. Material berupa kayu kerangka atap dan triplek terlihat berserakan di lantai makam.

Dian menjelaskan, atap pandapa makam Syeikh Jumadil Kubro sedang dalam perbaikan oleh Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Mojokerto. Begitu pula bagian atap yang ambruk. Pekerja telah menurunkan genteng sehingga saat ambruk tersisa kerangka atap dan plafon triplek.

"Bangunan sedang direnovasi, sudah ada peringatan dari pengurus makam Troloyo dibuatkan pembatas agar peziarah tidak masuk ke bagian tengah. Namun, peziarah masih masuk sehingga ada korban terluka saat atap jatuh," terangnya.

Pantauan di lokasi, sejumlah pekerja membersihkan material atap yang ambruk di dalam pendapa makam Syekh Jumadil Kubro. Garis polisi dipasang petugas di pintu masuk area makam. Petugas terlihat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab ambruknya atap tersebut. Para peziarah pun hanya bisa berdoa di depan pintu masuk ke area makam.


"Lokasi kami tutup, kami policeline sampai dipastikan aman semua dan tahap penyelidikan selesai baru dibuka lagi. Adanya indikasi kelalaian masih kami selidiki," tandasnya. ari
Share on Google Plus

About Nadi Usea