Awas, Oli Oplosan Marak!

Kelabuhi Konsumen, Didistribusikan ke Luar Jawa 

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Bayu Indra Wiguno
 menunjukkan sejumlah bahan-bahan yang digunakan dalam
 memalsukan oli dari tersangka Feri Setiawan, kemrain.
|Duta/Tunggal
SURABAYA –  Tim penyidik Unit Pidana Ekonomi (Pidek) Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jumat (2/12/2016) malam berhasil meringkus Feri Setiawan (43). Warga Perumahan Rungkut Asri RL 3B/15 telah memproduksi oli oplosan (asli tapi palsu) di sebuah gudang Jl Medokan Sawah 167 Surabaya. Tak hanya Feri yang diamankan, juga turut diamankan tujuh pekerja yang sekarang masih berstatus saksi.

Feri selama setahun terakhir memproduksi berbagai merk oli diantaranya Federal, Ultratec, Yamalube, Suzuki, AHM, Castrol dan lainnya. Tentunya, oli-oli merk terkenal tersebut bukanlah oli asli buatan pabrik-pabrik ternama.

Feri selama ini dibantu para karyawannya telah memproduksi dan menjual oli-oli yang asli tapi palsu. Maksudnya, secara visual oli ini asli tapi di dalamnya bukan oli asli buatan pabrik oli yang di jiplak.
Feri mengoplosnya dengan oli Pertamina yang dibelinya dari sebuah perusahaan distributor oli Pertamina bernama PT BECIK, dan botol-botolnya dipesannya dari pemulung. Untuk segel stiker botol oli dan barcode palsu, Feri memesan di Jakarta.

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Bayu Indra Wiguno mengatakan, Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap praktik perdagangan dan pembuatan oli palsu dan berhasil menangkap delapan orang, satu diantaranya Feri setiawan sang pemilik pabrik.

"Bisnis ini ternyata sudah dijalankannua sejak tahun 2015, tak tanggung-tanggung, keuntungannya per bulan pun bisa sampai Rp 15-17 juta," ujarnya, Minggu (4/12).

Kompol Bayu menambahkan, agar tak mudah dicurigai, pelaku menjualnya ke luar pulau seperti ke NTB, NTT hingga ke Papua dan disebar ke toko-toko atau bengkel-bengkel kecil. "Alasan pelaku kenapa di jual ke luar pulau karena masih belum ada kompetitor beratnya, sedangkan oli miliknya disana sangat laku keras karena hanya dijual Rp 17 ribu sedangkan oli yang asli buatan pabrik berkisar Rp 27 ribu," tandasnya.

“Bukan hanya para pelaku yang kami amankan, namun polisi juga mengamankan barang bukti berupa ribuan botol oli berbagai merk, puluham drum oli, mixer, pompa, segel, stiker merk dan juga turut disita Mitsubishi L300 nopol N9764 YC yang digunakan sebagai sarana diatribusi," tambah Kompol Bayu.

Sementara itu dihadapan polisi, Feri setiawan mengaku nekat melakukan pengoplosan oli ini karena tergiur dengan keuntungan berlimpah. "Kalau setiap minggunya saya bisa bikin oli palsu 30 dus, setiap dusnya isi 24 botol. Lalu setelah saya hitung-hitung per botolnya ini saya bisa untung Rp 1.500, jadi total keuntungannya bisa mas kalikan sendiri," akunya.

Feri juga mengaku ide awalnya ia pandai mengoplos oli adalah karena pernah bekerja dengan orang yang juga punya bisnis mengoplos oli. "Mulai dari situ saya belajar, setelah saya coba dan ternyata bisa berjalan bisnis saya," cetusnya


Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kini pelaku dijerat Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf d UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 106 UU No. 7/2014 tentang Perdagangan, dan Pasal 120 UU No. 3/2014 tentang Perindustrian. tom/gal
Share on Google Plus

About Nadi Usea