Ditolak Dewan. HTI Kecewa Berat

Ketua DPD HTI Jombang, Eko Baskoro Hadi. DUTA/nurul
JOMBANG -  Rencana audiensi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jombang dengan anggota Komisi A DPRD Jombang, Jumat (02/11) berakhir kecewa. Pasalnya Tidak ada satupun anggota dewan yang menemui para perwakilan HTI tersebut.

"Terus terang kami kurang puas dengan kinerja dewan, pasalnya kedatangan kami kesini tidak mendapatkan tanggapan, dan sudah sesuai dengan prosedur," ujar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HTI Kabupaten Jombang, Eko Baskoro Harli di depan gedung wakil rakyat,  Jombang, Jumat (02/11).

Menurut Eko, kedatangan mereka guna mendesak para wakil rakyat untuk menyampaikan tuntutan agar aparat kepolisian segera menangkap dan memenjarakan Basuki Thaja Purnama dalam kasus penistaan agama, dengan memberlakukan  hukum yang adil terhadap seluruh warga negara tanpa ada perbedaan.

Eko mencotohkan kasus yang sama yang menjerat Arswendo Atmowiloto yang langsung ditahan hanya berdasarkan fatwa. Namun berbeda dengan Ahok yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka namun belum juga ditahan.

" Kami ingin DPRD Jombang mengambil peran dalam penegakan hukum yang diinginkan sebagaian besar umat muslim. Yakni tangkap dan tahan Ahok. Yang kita soroti adalah perbedaan perlakuan, Jika ada pelaku yang bukan pejabat dan kasus yang melibatkan pejabat, mereka harus berlaku adil kepada Setiap warga negara," ujarnya lagi.

Terpisah Ketua Komisi A DPRD Jombang, Cakup Ismono mengatakan, tidak ditemuinya para perwakilan dari HTI Jombang merupakan hasil kesepakatan dari Badan Musyawarah DPRD Jombang yang dihadiri Ketua Fraksi, Ketua Komisi dan Pimpinan DPRD Jombang untuk tidak menemui perwakilan tersebut.

"Ini ersoalan yang sangat rawan, krusial , dan sensitif. Kami tidak ingin terjebak dalam situasi seperti in. Berdasarkan hasil rapat tadi disepakati untuk sementara tidak menemui para perwakilan dari HTI Kabupaten Jombang," ujar Cakup.

Selain itu, Cakup menjelaskan, tidak ditemuinya perwakilan tersebut juga atas dasar koordinasi dengan DPRD Jawa Timur. "Tadi kami juga konsultasi dengan DPRD Jatim, juga disarankan tidak menemui perwakilan audiensi dengan persoalan tersebut. Selanjutnya akan kami pelajari lebih dalam lagi terkait persoalan tersebut sehingga kita bisa mengambil langkah selanjutnya," pungkaa Cakup. Rul
Share on Google Plus

About Nadi Usea