Ekonomi Jatim Diprediksi 5,7 Persen

PDB Capai Rp 1.382 triliun

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah IV Jawa Timur,
Benny Siswanto memberikan sambutan dalam Pertemuan Tahunan
 Bank Indonesia dan Outlook Perekonomian 2017
di Shangrila Hotel Surabaya|DUTA/WIWIEK WULAN
SURABAYA – Keberhasilan menekan inflasi membuat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur diprediksi akan mencapai 5,7 persen di akhir tahun ini. Hingga triwulan III tahun ini, tingkat inflasi berhasil ditekan hingga stagnan berada di level 3 persen.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim, Benny Siswanto dalama Pertemuan Tahunan BI Jatim di Shangri-La, Selasa (06/12). Benny mengaku, terjaganya inflasi tak lepas dari kinerja apik Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jatim tahun ini.

“Di mana kami terus berupaya menekan disparitas harga. Termasuk mencegah terkereknya harga komoditi terlalu tinggi yang jelas memicu inflasi. Kami juga berhasil memotong rantai distribusi untuk menekan harga,” ujarnya.

Benny melanjutkan, terkendalinya inflasi disokong dengan pesatnya pengembangan klaster komoditas. Seperti UMKM hingga industri kreatif yang mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Jatim ditengah lesunya perekonomian global.

Hal itu dibenarkan oleh Gubernur Jatim, Soekarwo. Pasalnya hingga triwulan III 2016, Produk Domestik Brutto (PDB) Jatim mencapai Rp 1.382 triliun. Dimana UMKM berkontribusi hingga 54,98 persen dari total PDRB tersebut.

“Dari total PDRB hingga triwulan III itu, Jatim mampu berkontribusi hingga 14,92 persen dari total PDB nasional yang sebesar Rp 9.251 triliun. Kita hanya kalah oleh DKI Jakarta yang PDRB nya mencapai Rp 1.896 triliun,” katanya.

Benny menambahkan, kinerja apik Jatim di tahun ini juga tak lepas dari kebijakan BI yang mengepras suku bunga acuan hingga 150 basis poin. Hal itu jelas menjadi stimulus bagi perekonomian mikro untuk menunjukan geiat positif.

“Sayangnya, turunnya BI rate itu masih belum dibarengi dengan turunnya bunga kredit perbankan,” bebernya.

Selain itu, rileksasi Loan To Value juga membuat bisnis properti bergairah. Pasalnya, pelonggaran LTV hingga 15 persen membuat pasar properti terkerek ditengah kondisi ekonomi yang masih landai. Karena itu, Soekarwo yakin optimistis pertumbuhan ekonomi Jatim tumbuh tipis tahun depan.

“Tahun depan, kami yakin pertumbuhan ekonomi Jatim bisa lebih baik. Setidaknya ada di kisaran 5,7 hingga 6,2 persen,” tutup Soekarwo. (end)
Share on Google Plus

About Nadi Usea