Hadir Sebagai Teman, Saudara dan Rekan Seperjuangan

Mendikbud dan Para Rektor Takziah Ibunda Prof Moh Nuh



Mendikbud RI, Muhadjir Effendy (kanan) ditemani Moh Nuh
saat takziah ke rumah duka almarhumah Hj Suadah.
|
DUTA/endang
Almarhumah Hj Suadah binti Moenady (86) sudah pergi dengan tenang Kamis (01/12). Keluarga besar termasuk anak nomor tiganya, Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA sudah mengikhlaskannya pergi menuju surga sang Khalik, Allah SWT.


ENDANG LISMARI, SURABAYA

Jenazah Hj Suadah dimakamkan Jumat (02/12) pagi di pemakaman Islam Gunung Anyar Tengah Surabaya yang jaraknya 300 meter dari rumah duka. Banyak kerabat, handai taulan dan rekan dari keluarga besar, ikut mengantarkan Hj Suadah hingga peristirahatan terakhirnya. Termasuk, Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy.

Mendikbud berada di rumah duka sekitar satu jam sebelum prosesi pemakaman, sejak pukul 08.15 WIB, lalu menteri berjalan kaki untuk mengikuti Salat Jenazah di Masjid Baiturrochim yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah duka, namun ia langsung pulang saat keluar dari masjid.

Selain Mendikbud, Salat Jenazah yang dipimpin Wakil Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar (Surabaya) itu juga diikuti KH Agoes Ali Masyhuri (PWNU Jatim/Sidoarjo), Rektor ITS Prof Joni Hermana, Rektor Unair Prof M Nasih, Rektor Unesa Prof Warsono, Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie, Direktur PENS Dr Zaenal Arif, dan sejumlah pejabat pemerintah serta TNI/Polri.

Muhadjir hadir di rumah duka, karena merasa memiliki ikatan yang sangat dekat dengan Moh Nuh sebagai seorang teman, sesama mantan rektor. Selain itu, Muhadjir juga mengaku memiliki ikatan saudara dengan istri Moh Nuh, drg Laily Rahmawati, walau saudara jauh.

“Kalau dari istri Pak Nuh yang masuk dalam Keluarga Sewulan (Madiun,red), tapi itu juga keluarga yang (hubungan kekerabatannya) jauh," katanya.

Namun, kedekatannya sebagai seorang teman diakui Muhadjir tidak bisa dipisahkan. Dia mengaku berteman dengan Moh Nuh sudah sangat lama. "Pak Nuh sebagai Mendikbud saat itu sering minta masukan kepada saya. Sekarang, saya menjadi menteri, maka gantian saya yang minta masukan Pak Nuh," ujarnya.

Hj Suadah, berhasil mendidik putra-putrinya dengan sangat baik. Moh Nuh merupakan anak kesayangan, bahkan putri tunggal Moh Nuh, Racma Rizqina Marditillah, juga merupakan cucu kesayangan.

Menurut Staf Khusus Moh Nuh, Sukemi, almarhumah yang meninggalkan 10 anak, 30 cucu dan 18 cicit itu sudah berkali-kali masuk rumah sakit, karena penyakitnya, namun masuk rumah sakit yang terakhir sebelum meninggal dunia itu paling lama yakni tiga bulan.


"Saat kritis, Pak Nuh langsung menghubungi putrinya yang sedang studi pascasarjana di Jerman untuk pulang. Saat cucunya itu pulang, neneknya pun meninggal. Mungkin almarhumah ingin ditunggui anak dan cucu kesayangannya," katanya. *
Share on Google Plus

About Nadi Usea