Harus Perbanyak Bangun Bosem

Atasi Banjir


SURABAYA - Untuk mencegah bencana banjir di sejumlah kawasan, Pemerintah Kota Surabaya disarankan memperbanyak membangun bosem. Pasalnya, sesuai fungsinya keberadaan bosem bisa menahan gravitasi air.
“Supaya air tak mengalir begitu saja,” kata Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vinsensius, Jumat (2/12).

Awey, sapaannya, menegaskan, pemerintah kota juga perlu menambah pintu air dan rumah pompa. Karena, kontur daratan di kota Pahlawan yang berada di bawah permukaan air laut, mengakibatkan sejumlah kawasan rawan banjir.

“Tinggi daratan dan permukaan laut tak terpaut jauh. Makanya kadang ada banjir rob,” tuturnya.

Politisi Partai Nasdem ini mengungkapkan, beberapa kawasan di Surabaya yang rentan terjadi bencana banjir, meliputi wilayah Asemrowo, Sumberejo, Tambaklangon, dan Romokalisari. Selain kontur daratan, persoalan lain yanag memicu terjadinya banjir, adalah masih banyaknya saluran air yang tak terkoneksi dan buntu.

“Antara saluran primer, sekunder dan tersier masih banyak yang tak nyambung,” paparnya.

Di sisi lain, sejumlah saluran air yang ada lebarnya juga berbeda-beda. Kawasan yang sering kali terdapat disparitas luasan saluran, yakni kawasan pemukiman padat dengan perumahan.

“Saluran pemukiman biasanya lebih kecil, sehingga tak mampu menampung derasnya air,” tandas politisi Partai Nasdem.

Namun demikian, Awey mengakui, bahwa pemerintah kota terus berupaya mengatasi persoalan banjir di wilayahnya. Berdasarkan rencana, untuk mencegah terjadinya banjir di sejumlah kawasan kota, pada tahun 2017, pemerintah kota merencanakan untuk membangun sejumlah sarana dan prasarana pematusan.

“Anggarannya lebih tinggi dari tahun lalu. Artinya, ada upaya pengendalian banjir,” terangnya.

Awey mengungkapkan, dalam menangani masalah banjir, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan menganggarkan sejumlah dana, di antaranya sekitar Rp130 M untuk pemeliharaan atau rehabilitasi saluran drainase dan bosem.


“Sedangkan, untuk pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana pematusan, Dinas Cipta Karya menganggarkan Rp231 M ,” tandasnya. azi
Share on Google Plus

About Nadi Usea