Mal Bersaing Tambah Fasilitas dan Tenant

General Manager Marvel City, Samuel Kristanto (batik biru)
 didampingi Marketing Communication Manager Marvel City,
Mikhael Novan berbincang disela grand Opening Marvell city Mall
Surabaya.|DUTA/WIWIEK WULANDARI
SURABAYA –  Pembangunan pusat perbelanjaan (mal) di Surabaya saat ini bisa dikatakan statis. Tidak banyak mal baru yang dibangun, kecuali ada beberapa mal tambahan seperti yang dilakukan Pakuwon Jati di Supermall dan Ciputra Group di Ciputra World.

KeberKetua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) A Stefanus Ridwan S, mengatakan, mal tidak lagi identik dengan belanja bagi masyarakat menengah ke atas. “Tapi sudah meluas. Mal jadi tempat wisata, makan dan minum, bahkan saat ini sudah mulai menjadi tempat orang melakukan pekerjaannya,” kata Stefanus.

Karena itu, mal di Indonesia yang jumlahnya mencapai lebih dari 300 mal, menjadi suatu bisnia yang multiplier effect. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, dan tempat pemasaran yang efektif. Juga
layanan umum yang biasanya dilayani melalui jam operasional lembaga birokrat, kini bisa dilayani sesuai jam operasional mal.

Ketua DPD APPBI Jatim, Sutandi Purnomosidi, menyebutkan, mengembangkan pasar mal bisa dilakukan dengan melakukan kegiatan bersama. “Tidak hanya tingkat kota Surabaya saja, tapi juga bisa tingkat Provinsi hingga nasional,” jelas Sutandi.

Dalam waktu dekat, bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI, APPBI menggelar Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival. Tujuannya memacu okupansi dan keramaian di mal, sehingga menghindari adanya kerugian yang lebih besar. Pasalnya ada mal di Surabaya yang okupansinya rendah, sehingga jelas rugi karena tidak bisa mengajak tenant membuka gerai.

Sementara itu, setahun buka, mal  Marvell City menyiapkan langkah meningkatkan jumlah pengunjung dengan membidik tamu hotel, penghuni apartemen, dan para pelaku usaha serta pelajar yang akan
masuk di superblok itu.

Samuel Khristianto, General Manager (GM) Marvell City, menyebutkan bila awal tahun, beberapa bangunan lain di superblok akan mulai operasional. “Hotel Midtown Residence, dengan konsep bintang 4 ditarget buka di kuartal pertama tahun 2017 ini. Kemudian apartemen tower 1 juga sudah
operasional dan sebagian sudaah berpenghuni,” jelas Samuel.

Saat ini, superblok Marvell City, selain mal dan satu tower apartemen yang sudah operasional, juga masih ada dua tower apartement yang ditarget tahun 2017 untuk operasional. Serta bangunan untuk lembaga pendidikan segala jenjang, juga sudah siap untuk diisi.

“Kami optimis bisa meningkatkan pengunjung, dengan banyaknya operasional dari gedung masing-masing dalam satu blok ini. Mal juga sudah siap dengan berbagai tenant yang bisa dimanfaatkan bagi para penghuni nantinya,” lanjut Samuel.

Samuel menyebutkan, dengan jumlah stan yang mencapai 150 unit, saat ini tingkat okupansi di mal-nya sudah mencapai 80 persen. Tahun 2017 ditarget bisa mencapai 100 persen. Namun, Samuel buru-buru
menambahkan, meski okupansi ditarget 100 persen, pihaknya tetap melakukan upaya pemilihan tenant yang lebih sesuai dengan segmen yang ada di Marvell City.

“Kami juga lakukan seleksi, agar mal kami memiliki sesuatu yang khas. Dalam waktu dekat ini akan ada Kidzoona area untuk anak-anak dan Pandora Experience yang akan menjadi pertama ada di Surabaya,” tambah Samuel. (imm)
Share on Google Plus

About Nadi Usea