Penetrasi Asuransi Masih Rendah


Peter Huber, Presiden DIrektur Zurich Topas Life memperkenalkan
produk terbarunya Pro-Fit 8 di Surabaya. Kota dan pasar terbesar kedua
 di Indonesia menjadi incaran Zurich meningkatkan nasabah dan
 kontribusinya|DUTA/DOK
SURABAYA – Potensi pasar industri asuransi umum dan jiwa di Indonesia masih sangat besar. Penetrasi pasar industri asuransi belum sampai 5 persen. Peluang bagi perusahaan asuransi, sementara kesadaran masyarakat terhadap asuransi terus bertumbuh. Makin banyak masyarakat yang peduli dengan ikut program asuransi umum ataupun jiwa.

Indonesia negara dengan pertumbuhan kelas menengah yang pesat. Saat ini ada 74 juta masyarakat kelas menengah, dan riset dari BCG memprediksikan bahwa jumlah ini akan berlipat ganda pada tahun 2020. Seiring peningkatan taraf hidup mereka, pemahaman pentingnya perencanaan keuangan juga semakin meningkat, termasuk kebutuhan proteksi dan investasi.

Dengan karakteristik ini, kaum kelas menengah Indonesia menjadi pasar potensial bagi para pelaku industri untuk meningkatkan penetrasi asuransi. Di sisi lain, ini juga merupakan tantangan mengingat masih adanya kesenjangan proteksi yang cukup besar sekaligus konsepsi yang salah di antara mereka.

Peter Huber, Presiden DIrektur Zurich Topas Life mengatakan meski potensi pasar yang besar di Indonesia, persaingannya juga ketat. Banyak perusahaan asuransi multinasional yang ekspansi pasar di Indonesia. Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia menjadi pasar yang diincar Zurich dalam meningkatakn nasabah dan premi.

“Saat ini di Jatim tercatat 700 tenaga pemasar yang terbesar di kota besar.  Lewat Pro-fit 8 ini untuk menjembatani kesenjangan proteksi di kalangan masyarakat kelas menengah, penting untuk menyediakan produk dan layanan yang memang cocok dengan karakteristik dan kebutuhan mereka. Seiring dengan tren hidup masa kini yang dinamis, membutuhkan produk yang mudah dan lengkap, namun juga tetap mampu memberikan ketenangan dalam merencanakan masa depannya,” katanya dalam perkenalan produk Pro-Fit 8 di Surabaya kemarin, Senin (5/12/16).

Peter Huber menambahkan Pro-Fit 8 memberikan nasabah sebuah kombinasi manfaat asuransi dwiguna dengan hasil investasi yang potensial. Produk ini menawarkan tiga kelebihan utama untuk memenuhi kebutuhan pasarnya, yaitu inovatif, manfaat jangka panjang melalui komitmen jangka pendek,  dan keamanan.

“Pro-Fit 8 (Zurich Protection & Benefit 8), merupakan produk dwiguna pertama di pasar Indonesia yang menawarkan manfaat ganda berupa jaminan cashback tahunan dan hasil investasi potensial dari penempatan jenis dana investasi unit link,” jelasnya.

Pelanggan hanya perlu membayar premi asuransi selama 8 tahun untuk proteksi dan manfaat selama 20 tahun. Zurich Pro-Fit 8 didesain untuk memenuhi kebutuhan perencanaan keuangan nasabah, baik untuk tabungan pendidikan anak, persiapan pensiun, atau rencana liburan. Zurich Pro-Fit 8 ditargetkan untuk segmen pasar kelas menengah keatas Indonesia.

“Inovasi, karena merupakan produk asuransi dwiguna pertama di Indonesia yang menawarkan manfaat ganda berupa cashback tahunan dijamin dan hasil investasi potensial melalui penempatan dana investasi di unit link,” tambah Peter.

Manfaat jangka panjang melalui komitmen jangka pendek, mengingat nasabah hanya perlu membayar premi selama 8 tahun untuk manfaat dan proteksi selama 20 tahun. Pro-Fit 8 juga memberikan guaranteed return sebesar 270% dari total dana pertanggungan selama masa asuransi berjalan. Aman, termasuk manfaat santunan meninggal dunia dan cacat total selama masa asuransi berjalan. Dengan inovasi dan pelayanan, kami yakin produk ini akan memberikan kontribusi bisnis di Indonesia. (imm)
Share on Google Plus

About Nadi Usea