Pesawat Polri Meledak di Laut

Dievakuasi, Tiga Kantong Potongan Tubuh Korban

Tim SAR membawa kantong jenazah berisi puing
dan barang-barang milik penumpang pesawat jenis
M-28 Sky Truck yang jatuh di tengah laut dekat
Pulau Benan, Lingga, Kepulauan Riau. 
BATAM- Kapolda Kepri Brigjen Sam Budiangusdian mengatakan, pesawat Polri M-28 Sky Truck meledak di laut Kabupaten Lingga ketika jatuh dengan bagian depan pesawat menghujam perairan.

"Lima nelayan yang melihat pesawat itu sempat melayang-layang, mesin antara hidup mati, hidung pesawat ke bawah dan terjadi ledakan di air," kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian usai mengikuti pencarian di Telaga Punggur Batam, Minggu (4/12).  

Pesawat M-28 Skytruck nomor registrasi P4201 milik Polri tersebut terbang dari Pondok Cabe, Tangerang Selatan menuju Pangkalpinang, Sabtu (3/12) sekitar pukul 06.20 WIB. Setelah sampai di lapangan udara Pangkal Pinang, tiga personel turun dari pesawat, yakni Brigadir Sanioko, Brigadir Endri, dan Brigadir Angga.

Pesawat Skytruck kemudian melanjutkan perjalanan menuju Batam untuk mengirimkan 13 personel, sebelum akhirnya jatuh di perairan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Para personel tersebut merupakan anggota Polri yang hendak BKO ke Polda Kepri. Tiga di antaranya adalah pilot.

Brigjen Sam Budigusdian mengatakan,  sejumlah nelayan yang melihat kejadian tersebut dari jarak tidak begitu jauh berhasil menemukan sejumlah serpihan pesawat yang tersebar. "Hingga saat ini belum bisa dipastikan korban selamat dalam peristiwa ini. Tim masih terus berupaya melakukan pencarian dengan berbagai peralatan yang dimiliki," ujarnya.

Dia mengatakan, kemarin Basarnas yang memimpin pencarian sudah membagi pencarian pada empat sektor dengan mengerahkan sejumlah kapal dan helikopter. "Semua di bawah kendali Basarnas. Kami dari kepolisian mempersiapkan untuk menerima apabila ada korban ditemukan. Semua akan diidentifikasi di RS Bhayangkara Polda Kepri, Batam," kata Sam.

Kapolda mengatakan, kondisi laut pada Minggu cukup tenang sehingga diharapkan bisa mempercepat proses pencarian meski serpihan yang pada Sabtu masih mengambang kini tidak tampak lagi.

"Kemarin serpihan seperti kursi dan tas termasuk serpihan potongan bagian tubuh manusia tampak mengambang. Mungkin karena malam dihentikan, jadi sudah tidak tampak lagi," tutur dia.

Sebagian potongan tubuh yang sudah ditemukan dievekuasi dalamtiga kantong jenazah. "Tadi malam (Sabtu malam, red) tiga kantong mayat yang tidak utuh (potongan tubuh) diserahterimakan 02.15 WIB dari tim SAR gabungan di bawah kendali Basarnas ke polisi Tanjung Pinang. Saat ini sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Batam," ucap Kepala Basarnas FH Bambang Soelistyo di kantornya, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (4/12).

Barang-barang diduga dari pesawat yang ditemukan seperti kotak berwarna merah dan tas hitam. Nelayan pun menemukan serpihan yang diduga milik pesawat pabrikan Polandia tersebut.

Pada Sabtu (3/12) lalu, tim gabungan juga menemukan potongan tubuh berupa bagian organ dalam. Selain itu, sejumlah barang-barang lain pun banyak ditemukan seperti kotak berwarna merah dan tas hitam.

Kemarin, pencarian pesawat Skytruck tipe M-28 kembali dilakukan. Titik pencarian diperluas dengan mengerahkan sekitar 15 kapal laut. Selain itu, pencarian juga dibantu dari pemantauan udara. Dikerahkan 300 personel dan 15 kapal laut dikerahkan untuk pencarian kemarin. Pemantauan udara pun juga dilakukan.

Proses Identifikasi
Sementara itu, potongan tubuh diduga korban pesawat Polri yang jatuh telah dibawa ke RS Bhayangkara Batam. Proses identifikasi pun masih dilakukan. "Identifikasi sedang dalam proses," ujar Kabid Dokkes Polda Kepri AKBP dr B Djarot Wibowo saat dihubungi, Minggu (4/12).

Potongan tubuh itu dimasukkan ke dalam tiga kantong mayat. Djarot menyebut belum ada jenazah utuh yang melalui proses identifikasi. Dia mengatakan proses identifikasi tersebut akan dibantu pula dari Mabes Polri. Timnya akan menunggu 1 ahli DNA dan 1 ahli forensik dari Pusdokkes Polri. "Jadi kita untuk proses identifikasi ini ada bantuan teknis dari Mabes Polri dari Pusdokkes Polri, 1 ahli DNA dan ahli forensik," ucapnya.

Jam Terbang Pilot Tinggi
Pesawat Skytruck milik Polri yang jatuh di perairan Kabupaten Lingga, Kepri mengangkut 13 orang. Mereka  merupakan polisi untuk dirotasi ke sejumlah daerah.

"Misi pesawat M-4201 dalam rangka menggantikan kru-kru pesawat yang sudah terploting di berbagai Polda. Jadi pada akhir bulan memang kami dari Direktorat Polisi Udara mengganti kru yang ada di wilayah tersebut. Ada beberapa kru yang kita ganti rotasi penugasan," kata Kasubdit Peningkatan Profesi (Katrof) Direktorat Polisi Udara Baharkam Polri Kombes Pol Hendrawan di kantor Basarnas, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (4/12).

Para korban tersebut seharusnya dirotasi ke tiga wilayah yaitu Palembang, Pangkalpinang, dan Batam. Namun nahas, pesawat itu jatuh. "Mereka bukan di-rolling dari daerah. Tapi dari Jakarta yang akan ke wilayah. Sifatnya rotasi. Bukan antarwilayah tapi dari Mabes Jakarta menggantikan. Rotasi selama sebulan," sambungnya.

Hendrawan menuturkan, pilot yang bertugas untuk menerbangkan pesawat itu juga telah memiliki jam terbang sesuai standar penerbangan. Selain itu, pilot juga telah memeriksa kondisi pesawat maupun cuaca sebelum lepas landas dari lapangan udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, menuju Pangkalpinang.


"Data jam terbang penerbang kemarin itu rata-rata mereka di atas 2.000 jam terbang untuk masing-masing tipe pesawat. Jam-jam terbang selalu di-update setelah melakukan tugas penerbangan. Untuk perawatan pesawat dilakukan rutin baik perawatan inspeksi secara kalender berkala waktu maupun dari segi perawatan jam terbang," terang Hendrawan. ntr, dit, kcm
Share on Google Plus

About Nadi Usea