Rutin Digelar, Penyaluran Energi Positif Seniman

Lesbumi Baca Puisi Gus Mus

Lesbumi bersama Kelompok Seniman Muda Bojonegoro (Ksmb)
 menggelar pentas baca puisi karya Gus Mus di pelataran
kantor NU Cabang Bojonegoro|DUTA/ZEN
BOJONEGORO - Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) bersama Kelompok Seniman Muda Bojonegoro (Ksmb) menggelar pentas baca puisi karya Gus Mus di pelataran kantor NU Cabang Bojonegoro, Sabtu malam kemarin. 

Ketua Lesbumi Bojonegoro, Muhammad Fauzi mengatakan, Lesbumi merupakan sebuah lembaga seni-budaya yang di usung oleh NU pada tahun 1950-1960 sebagai wadah para seniman dan budayawan muslim Nahdlatul Ulama (NU).

“Malam ini, merupakan acara perdana Sastra Plataran yang diselenggarakan Lesbumi bekerjasama dengan KSMB. Kami akan menyelenggarakan kegiatan ini secara rutin setiap bulan pada minggu pertama dengan mengambil harinya pas malam minggu,” tegas pria yang sehari-hari aktif di Dinas Kominfo Pemkab Bojonegoro itu.

Ketua PC NU Bojonegoro dr. Cholid Obed saat membuka acara ini menyatakan memberikan apresiasi positif serta berharap agar Lesbumi melaksanakan kegiatan seni secara rutin. 

"Baca puisi merupakan salah satu penyaluran sahwat positif bagi seniman. Dengan membaca puisi akan muncul kesadaran untuk hidup damai berdampingan dengan yang lain," tutur dr. Cholid Obed.

Usai memberikan sambutan, dr. Obed juga membaca puisi karya Gus Mus berjudul "Orang Penting" dan "Sajak Atas Nama".

Sementara itu Ketua KSMB Arieyoko yang memandu acara Puisi Plataran di halaman PC NU Bojonegoro, mengungkapkan, awalnya dia sangat pesimis bahwa kegiatan baca puisi karya Gus Mus dalam sastra pelataran bisa dihadiri banyak orang.

"Namun dengan do’a dan niat baik ternyata bisa berjalan meriah. Bahkan, hujan pun juga bersahabat tidak turun karena panitia tidak menyiapkan terop," tutur Arieyoko. 

Pembacaan puisi diawali dengan pembacaan puisi oleh sastrawan Bojonegoro Edy Kuncoro, yang membawakan puisi karya Gus Mus dengan judul suluk. Dilanjutkan dengan Endah S, Amrozi dan Yanuar. Usai pembacaan puisi kemudian dilanjutkan diskusi sastra pesantren.

Hadir pula dalam acara ini, sederet sastrawan Bojonegoro yakni Kuzaini, Harianto, Agung Depe, Agus Budiono, Cak Ong Rosyid serta beberapa pendeta dari berbagai gereja di Bojonegoro. (zen)
Share on Google Plus

About Nadi Usea