Singky Dituntut 1 Tahun

Posting Kandang Orang Utan di FB 

Pemerhati satwa Surabaya, Singky Soewadji
saat menjalani persidangan di PN Surabaya dengan agenda tuntutan.
Singky akhirnya dituntut 1 tahun penjara karena terbukti
melakukan pencemaran nama baik.|Duta/Henoch Kurniawan
SURABAYA – Pemerhati satwa Surabaya, Singky Soewadji, dituntut  satu tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (1/12).

Warga Jalan Sutorejo Prima Utama oleh JPU I Putu Sudarsana dinilai telah melakukan pencemaran nama baik. Menurutnya, pemilihan kata-kata pada postingan di akun media sosial Facebook milik Sinky mencemarkan nama baik penggugat.

Salah satu status Singky di media sosial dia contohkan. Misalnya, "Tahukah anda? Apa kata PETA soal kandang Orang Utan seperti ini? Dan kandang seperti ini ada di Taman Hewan Pematang Siantar milik Ketum PKBSI Rahmat Shah lho! Begini kok dibilang KBS tidak layak? Masih lebih layak Taman Hewan Pematang Siantarkah? Kenapa anggota PKBSI lain diam?".

Hal itu, kata Putu Sudarsana melanggar Pasal 310 KUHP jo Pasal 311 KUHP jo Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 28 ayat (2), Pasal 45 ayat (1) dan (2) UU No.  11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Dengan ini menuntut terdakwa pidana penjara selama 1 tahun, dikurangi dengan masa penahanan yang pernah dijalani terdakwa," kata I Putu Sudarsana saat membacakan tuntutannya.

Mengenai tuntutan dari JPU, Martin Suryana penasehat hukum Singky langsung mengajukan pembelaan dihadapan Ari Jiwantara Ketua Majelis Hakim yang memimpin persidangan. "Kami akan ajukan pembelaan majelis hakim," Kata Martin Suryana.

Terpisah, Singky menilai, kalau jaksa telah mengesampingkan fakta yang terungkap selama dalam persidangan.

"Saksi pelapor mengakui kalau mempunyai kandang orang utan di pematang siantar. Padahal orang utan tidak boleh ditaruh kandang, apalagi orang utan itu diambil dari KBS, kalau bukan penjarahan, apa namanya?" kata Singky kepada awak media.

Seperti diberitakan, Singky mengunggah status sindiran terhadap PKBSI setelah dugaan tukar menukar satwa di KBS secara nonprosedural terbongkar ke tengah publik hingga polisi turun tangan. Merasa tercemar, Ketua dan Sekretaris PKBSI, Rachmat Shah dan Tony Sumampau, melaporkan Singki ke polisi.


Singky ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim pada 2015 lalu. Ia ditahan oleh Kejaksaan Negeri Surabaya tiga pekan lalu dan akhirnya ditangguhkan penahanannya oleh mejelis hakim PN yang diketuai Djiwantara. Namun, jika perkara Singky berlanjut, perkara pertukaran satwa di KBS dihentikan oleh Polrestabes Surabaya. eno
Share on Google Plus

About Nadi Usea