Telepon Digital Bakal Geser Analog


Managing Director Sysnet, Irwan Gunanto menunjukkan
cara kerja IP-Telephony. Yealink, salah satu vendor telephone digital
 terus melakukan edukasi pasar memperkuat penetrasi pasar
|DUTA/WIWIEK WULANDARI
SURABAYA – Perkembangan teknologi terus berkembang, demikian juga dengan teknologi telepon. Kalau saat ini, telepon analog masih dominan, dalam beberapa tahun ke depan dipreidksikan telepon digital bakal jadi primadona dan menggeser telepon analog. Penyebabnya telepon digital lebih simple, lebih cepat dan lebih jernih daripada telepn analog.

Irwan Gunanto, Managing Director Sysnet  mengatakan perkembangan teknologi berpacu cepat seiring kebutuhan konsumen yang juga melaju kencang. Operator telekomunikasi, seperti PT Telkom sudah mengantisipasinya dengan mengganti kabel tembaga dengan optic, demikianhalnya dengan operator seluler, sehingga sangat memungkinkan penggunaan telepon digital.

“Telepon digital dijamin lebih jernih, lebih jelas dan lebih murah. Ada salah satu perusahaan besar yang selama ini menggunakan telepon analog biayanya Rp 50 juta, setelah beralih ke telepon digital tagihan hanya belasan juta. Tentu saja sangat pas menghemat operasional tanpa mengurangi kinerja,” jelasnya. 

Selama ini jelas Irwan, sejumlah perusahaan besar sudah menggunakan telepon digital. Perusahaan besar yang memiliki banyak cabang sangat pas menggunakan telepon digital. Diantaranya Ciputra Group, BCA, dan sejumlah perbankan. 

“Untuk itu, Yealink mendukung perkembangan Indonesia Digital. Mungkin kita belum familiar dengan kata-kata IP-Telephony. Padahal teknologi tersebut sudah digunakan pesat hampir di seluruh dunia saat ini. Karena dengan sistem IP-Telephony bisa mendukung semua bidang baik dari perdagangan, edukasi, hingga pemerintahan,” jelasnya disela edukasi trhadap 10 SMK di STIKOM Surabaya akhir pekan lalu.

Menurutnya IP-Telephony bentuk baru dari komunikasi yang sudah berbasiskan IP atau jaringan network, yang memiliki sarat fitur termasuk kualitas suara yang sangat prima karena sudah mengusung teknologi voice HD. Atau mungkin kita bisa menggunakan fitur follow-me untuk menemukan kita walau kita tidak sedang didepan meja, seperti halnya kita mengangkat telp meja kita tapi di handphone kita sendiri menggunakan softphone.

Interkoneksi antar cabang juga bisa dilakukan tanpa biaya, berkat dukungan koneksi internet yang kita miliki. Bayangkan ketika kita memiliki 10 cabang perusahaan yang tersebar di beberapa kota. Bilamana telepon antar cabang bisa gratis, wow, berapa biaya yang kita bisa hemat per bulannya dan pastinya produktivitas perusahaan kita bisa meningkat. Belum lagi produktivitas bisa meningkat dengan adanya fitur video conference.

“Tapi, apakah semua tenaga profesional sudah mengerti dan bisa handle IP-Telephony ini. Berdasarkan hal tersebut, Yealink berkerjasama dengan Sysnet dan Axelbit mengadakan event CSR berupa pemberian hibah perangkat IP-Telephony dan workshop penggunaannya kepada sekolah-sekolah terpilih,” ujarnya.

Irwan Gunanto mengatakan: "Kami dengan bangga ingin memperkenalkan teknologi IP-Telephony ini di Indonesia yang nantinya dapat membantu kegiatan usaha dari perusahaan. Hari ini kami disini juga mewakili Yealink untuk melakukan kegiatan bersama dengan STIKOM dan SMK dengan memberikan hibah perangkat IP-Telephony kepada sekolah-sekolah terpilih untuk sebagai bahan pembelajaran di sekolah. Selain itu kami juga memberikan workshop agar siswa dapat memanfaatkan perangkat IP-Telephony tersebut di sekolah mereka dan menjadi pembelajaran siswa yang lainnya nanti."

Konsep IP-Telephony dan solusi dari Yealink ini akan membantu perubahan yang cukup berarti di dunia usaha dan edukasi kedepannya nanti untuk mempersiapkan menuju Indonesia Digital. (imm)
Share on Google Plus

About Nadi Usea