Tersangka Pencabulan Balita Ditahan

Pasca Orang Tua Korban Lapor Kak Seto

Tersangka pencabulan Balita SF (5), Bayu Samudra Wibawa (21)
tengah digelandang menuju mobil tahanan Kejari Madiun,
untuk dititipkan di Lapas Madiun.|DUTA/AGOES BASOEKI
MADIUN-Buntut pengaduan orang tua korban pencabulan kepada Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Seto Mulyadi beberapa waktu lalu membuahkan hasil. Bayu Samudra Wibawa, tersangka kasus pencabulan terhadap balita berusia lima tahun berinisial SF tersebut, akhirnya ditahan polisi.

Hal ini setelah adanya pelimpahan kasus dari Polsekta Manguharjo ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun, Selasa (6/12) kemarin. "Kami punya pertimbangan untuk menahan tersangka, hal itu diatur dalam ketentuan. Pertimbangan subyektif penyidik, tersangka bisa melarikan diri. Lalu, pertimbangan lain tersangka sempat ditahan, meski sebentar oleh penyidik Polsekta Manguharjo," jelas Kasi Pidum Kejari Madiun Moh Hambaliyanto, Selasa kemarin.

Ia membantah penahanan ini, adanya intervensi dari pihak tertentu. "Tidak benar itu, pelimpahan pertama kasusnya medio September lalu. Baru hari ini, pelimpahan kedua dilakukan, kami sebelumnya memberikan pertimbangan untuk dilengkapi. Setelah dianggap cukup, tersangka bisa ditahan," kata Hambaliyanto lagi.

Tersangka Bayu warga Kecamatan Manguharjo, sekaligus tetangga korban SF (5), akan dijerat dengan pasal 82 ayat 1 UU Nomor 35/2002 tentang perlindungan anak. “Ancaman hukumannya 5 sampai 15 tahun penjara,” tuturnya.

Sebelum ditahan, tersangka Bayu didampingi pengacaranya Handoko, tiba di ruang Pidana Umum Kejari Madiun sejak pukul 09.30 WIB. Dan sekitar pukul 12.10, tersangka Bayu dibawa menuju mobil tahanan dan dikirim ke Lapas Madiun. "Soal jadwal sidang, baru diketahui setelah dikirim ke pengadilan. Berkas secepatnya diselesaikan dan dikirim," ujar Hambaliyanto.

Menanggapi penahanan itu, orang tua korban Dimas Kurniawan mengaku lega. Sebab saat masih di Polsekta Manguharjo, tersangka sempat ditahan sebentar dan dilepas. "Saya dan keluarga merasa lega, kami juga sampaikan rasa terima kasih tidak terhingga dukungan teman-teman wartawan," ujarnya.

Ia menyatakan kasus itu dilaporkan sejak Juli lalu, tersangka sempat ditahan, tidak lama berselang keluar. "Kami sempat dimediasi, agar kasus tidak diteruskan. Permintaan itu tegas kami tolak, setelah itu pihak keluarga tidak perhatian. Alat vital SF alami kena infeksi," ujarnya.


Menyinggung perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, hingga kini belum ada. "Sampai hari ini, belum ada perhatian, mas. Kami berharap ada perhatian menyangkut kesehatan anak. Padahal, Kak Seto juga mengharapkan ada campur tangan Pemkot," tandasnya. * ags
Share on Google Plus

About Nadi Usea