Pelaku Kakak Sendiri, Polisi Dalami Motif Warisan

Teka-teki Pembunuhan Mahasiswi UMJ Terungkap


Murniati 
Mengagetkan! Pembunuh Murniati, mahasiswi manis Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), ternyata kakak kandungnya sendiri. Keluarga shock. Sempat hilangnya kunci rumah jadi poin penting pengungkapkan kasus oleh kepolisian.

JAJARAN Polres Jakarta Timur berhasil menangkap pelaku pembunuhan Murniati kurang dari 24 jam. Murniati tewas dengan luka lebam di kamar rumahnya di Jalan Makmur, RT 03 RW 03, Pondok Rangon, Cipayung, Selasa (10/1) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Ternyata pelaku diduga kuat adalah kakak kandung korban sendiri berinisial AR, 31 tahun. "Iya sudah (ketangkap)," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Sapta Maulana usai dihubungi wartawan, Rabu (11/1) kemarin.

AKBP Sapta enggan memberikan penjelasan lebih lanjut soal tersangka pembunuhan gadis berusia 21 tahun tersebut. "Nanti saja akan dirilis sama Kapolres," ujarnya.

Muniarti ditemukan tewas oleh tetangga rumahnya. Saat ditemukan, terdapat banyak luka di mayat korban. Kuat dugaan, luka itu berasal dari benturan benda tumpul dan bekapan bantal. Guna kepentingan penyelidikan, jenazah Murniati dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta, untuk diautopsi.

Menurut sumber kepolisian, AR ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi melakukan pemeriksaan intensif terhadapnya. Kunci rumah yang ditempati korban menjadi petunjuk polisi dalam mengungkap kasus tersebut.

Keterangan keluarga kepada polisi, kunci tersebut memang sempat hilang beberapa waktu sebelumnya saat AR datang ke rumah ibu korban.

"Jadi yang pegang kunci itu dua orang, si korban sama ibunya. Nah kunci yang dipegang ibunya itu pernah hilang sewaktu kakaknya itu datang ke rumah. Karena hilang, ibu korban bikin kunci duplikat," ujar seorang perwira polisi yang enggan disebutkan namanya.

dan jenazahnya di rumah duka sebelum dimakamkan
Rabu malam (11/1) .|IST
Dari situ, polisi memiliki kecurigaan bahwa pelaku adalah orang dekat dengan korban. Dari hasil penyelidikan polisi akhirnya mengerucut kepada AR. "Karena, pada saat korban ditemukan tewas itu, kunci korban ada di kamar korban," lanjut sumber tersebut.

Ketika pembunuhan terjadi, rumah memang dalam keadaan terkunci. "Posisi rumah dalam keadaan terkunci," kata Dewi (46), bibi Murniarti saat ditemui di lokasi, Selasa (10/1) lalu.

Dewi mengatakan, warga bersama dengan keluarga membuka pintu rumah Murniati menggunakan kunci duplikat milik ibu Murniati, Popong. Sebab, hanya ibunya memiliki kunci duplikat tersebut. "Saat kita masuk itu pakai kunci duplikat yang dipunyai mamanya," ujarnya.

Dia melanjutkan, saat ditemukan tewas, kunci rumah milik keponakannya itu tergeletak di meja dekat laptop. "Saat ditemukan ada kunci rumah milik Murniati," ucap Dewi.

Keluarga memang menduga pelaku memiliki kunci duplikat. Menurut Dewi, ibu Murniati sempat menduplikatkan kunci rumah milik Murniati karena dua bulan yang lalu kunci rumah yang dimilikinya sempat hilang. "Hilangnya di rumah. Ya memang kadang mamanya lupa naruh," ujarnya.

Dewi menambahkan, saat peristiwa keji itu terjadi, Murniati diketahui tengah seorang diri. Saat itu, Popong, ibu kandungnya, sedang berada di rumah ayah tirinya yang jaraknya hanya 100 meter dari lokasi.

Didalami Motif Warisan
Polisi masih menyeleidiki motif yang mendorong AR membanti adiknya sendiri, termasuk kemungkinan motif warisan. "Untuk masalah motif apakah itu soal warisan atau lainnya, sedang didalami oleh penyidik," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di kantornya.

Terpisah, Kapolres Jakarta Timur Kombes Agung Budijono mengatakan, penyidik saat ini masih memeriksa intensif tersangka. "Untuk motif saya belum bisa menyebutkan karena masih digali terus oleh penyidik. Malam ini penyidik akan mengembangkan," ujar Agung.

Saat ditanya apakah AR adalah pelaku tunggal atau ada keterlibatan orang lain, Agung belum bisa membeberkan lebih detil. "Iya makanya ini masih kita kembangkan terus," lanjut Agung.

Sebelumnya, AR telah dimintai keterangan oleh polisi sejak temuan mayat korban di rumahnya di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (10/1) dini hari. Dari hasil penyelidikan, polisi kemudian menetapkan AR sebagai tersangkanya.

Keluarga Shock
Begitu polisi menetapkan AR sebagai tersangka, keluarga langsung shock. Mereka belum bisa memberikan keterangan terkait penetapan kakak Murniati sebagai tersangka pembunuhan. "Ayahnya masih shock, kalau saya pribadi belum bisa menanggapi," ujar ibu angkat Muniarti, Basit Al Hanif, di RS Polri Sukanto, Jl Raya Bogor, Jakarta, Rabu (11/1) kemarin.

Pihak keluarga menyerahkan kasus ini kepada polisi. Saat ini keluarga masih fokus untuk pemakaman Muniarti. "Saya sendiri kasih ke pihak penyidik sepenuhnya," ucapnya.

Basit mengatakan, tadi malam jenazah Murniati menurut rencana dimakamkan di Pondok Rangon. "Rencananya akan dimakamkan di TPU Ganceng, Pondok Rangon, Insya Allah malam ini (tadi malam, red)," ucapnya.

Sebelumnya, Popong, ibu kandung Murniati, mengatakan, teman pria anaknya itu juga diperiksa polisi. Teman pria anaknya itu sempat bertamu ke rumah beberapa hari sebelum Murniati ditemukan meninggal dunia di rumahnya.

"Jam 10 atau jam 11 malam (Sabtu malam), ada (temannya)," kata ibu Murniati, Popong, di rumah duka, Selasa (10/1) lalu. Menurut Popong, teman Murniati itu juga diperiksa polisi. Namun Popong tidak mau berkomentar lebih jauh soal kasus ini. "Nggak tahu juga, takut salah," ucapnya.

Popong menjelaskan, selama ini anaknya tidak pernah bercerita kalau punya masalah. Murniati kepada ibunya mengaku malas berpacaran."Dia (Murniati) nggak mau pacaran, katanya capek kalau punya pacar," ujarnya.

Popong berharap polisi segera mengungkap kasus kematian putrinya tersebut. "Mudah-mudahan segera terungkap ya, Mas," tuturnya. rul, hud, dit
Share on Google Plus

About Nadi Usea