Proyek Jargas Kota Surabaya Digeser ke Mojokerto

Jaringan gas kota yang akan membantu masyarakat
untuk mendapatkan gas dengan harga terjangkau.
DUTA/istimewa
SURABAYA - Program pemerintah untuk konversi dari gas elpiji ke gas bumi di tahun 2017 menjadi terhambat karena adanya pengurangan anggaran belanja pemerintah. Warga Kota Surabaya yang tahun ini berharap akan mendapatkan jaringan gas (jargas), dipastikan belum bisa dipenuhi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja Puja, mengakui adanya pengalihan program jargas untuk wilayah kota Surabaya itu. Tahun 2017 Surabaya belum dialokasikan karena ada pemotongan anggaran yang cukup besar.

"Tadinya kami telah mengajukan anggaran pembangunan jargas untuk 200 ribu pelanggan rumah tangga sesuai dengan road map 2019 sebanyak 1,3 juta sambungan. Tetapi karena keterbatasan anggaran negara, maka dapatnya hanya 56.000 rumah tangga," ujar Wiratmaja.

Wiratmaja menyebutkan, jargas rumah tangga di wilayah Kota Surabaya saat ini tetap menjadi prioritas dan menjadi salah satu percontohan nasional pembangunan jaringan gas rumah tangga karena sumber gas cukup banyak di sekitar Jawa Timur.

Selain itu, jaringan gas bumi yang sudah terpasang dan dimanfaatkan oleh masyarakat juga cukup panjang. Tetapi karena alokasi anggaran untuk pembangunan jargas dipangkas, maka Surabaya tidak lagi mendapatkan alokasi dana pada tahun ini.

Sehingga dana pembangunan jargas sebanyak 56.000 tersebut akan dialokasikan ke daerah lain, di antaranya di Mojokerto, Bontang, Lembang, Musi, Banyuasin dan Lampung. Alokasi pembangunan jargas tersebut menurun dibanding tahun 2016 yang mencapai 89. 000 RT.

Area Head PGN Surabaya, Misbachul Munir menambahkan, PGN mendapatkan penugasan dari pemerintah pada tahun 2015 untuk mengelola jaringan gas bumi ke 43.337 rumah tangga di 11 kabupaten/kota di Indonesia.

"PGN juga mendapatkan tugas dari pemerintah pada tahun 2016 untuk membangun sambungan jaringan gas bumi untuk 49.000 rumah tangga, di Tarakan, Surabaya, dan Batam," jelas Misbachul.

Di tahun ini, pemerintah kembali menugaskan PGN untuk membangun dan mengoperasikan sebanyak 26.000 sambungan gas rumah tangga, berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan SUmber Daya Mineral (Kepmen) No 8086 K/12/MEM/2016.

Penugasan 26.000 sambungan tersebut tersebar di Bandar Lampung, Musi Banyuasin dan Mojokerto. Khusus di Jawa Timur, PGN telah menyalurkan ke lebih dari 26.699 pelanggan industri, rumah tangga, usaha komersil hingga UMKM.

Rinciannya, Surabaya dan Gresik sebanyak 19.334 pelanggan, Sidoarjo sebanyak 6.889 pelanggan, dan Pasuruan 476 pelanggan. (end)
Share on Google Plus

About Nadi Usea